Penggunaan Huruf Kapital atau Huruf Besar

Dalam ejaan Bahasa Indonesia termasuk didalamnya adalah masalah ejaan. Berikut ini adalah penggunaan dan pengertian huruf kapital atau huruf besar.

  1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
  2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
  3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama, Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
  4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama Gelar kehormatan. Contohnya, Drs. Dr.
  5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama Jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
  6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Jadi kalau menulis nama orang huruf pertamanya harus kapital.
  7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
  8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
  9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
  10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.
Itulah beberapa contoh penggunaan huruf kapital atau huruf besar. Semoga bermanfaat.

Pengertian Cerita Fiksi

Pada dasarnya cerita fiksi adalah cerita rekaan atau cerita yang sengaja dibuat. Isi cerita fiksi dibuat berdasarkan hasil olahan imajinasi atau daya pikir oleh si pengarangnya secara artistik dan intens. Cerita fiksi ini biasanya di warnai oleh kultur, pengalaman batin, filosofi, religiositas, dan latar belakang pengarang lainnya. Selain itu, cerita fiksi diolah berdasarkan pandangan, tafsiran, baik peristiwa nyata maupun peristiwa hasil rekaan semata.

Banyak cerita fiksi yang dapat kamu baca di perpustakaan sekolah atau di toko-toko buku. 
Ciri-ciri cerita Fiksi adalah sebagai berikut:
  • Bersifat rekaan atau imaginasi pengarangnya.
  • Memiliki kebenaran yang relatif atau tidak mutlak (tidak harus)
  • Bahasanya bersifat konotatif atau bersifat sindiran (bukan sebenarnya)
  • Tidak memiliki sistematika yang baku.
  • Sasarannya emosi atau perasaan pembaca.
  • Memiliki pesan moral atau amanat tertentu.

Gambar tiga dimensi dan ciri-ciri tiga dimensi

Gambar adalah karya seni rupa dua dimensi. Karya seni rupa dua dimensi merupakan karya seni rupa yg memiliki  ukuran panjang lebar .
objek gambar  adalah benda benda tiga dimensi. Benda tiga dimensi . Benda tiga dimensi adalah karya seni rupa yg memiliki panjang ,lebar,dan tinggi,serta memiliki volume. Unsur volume inilah yg menjadi pembeda antara benda dua dimensi dan benda tiga dimensi misalnya benda hias dan benda yg digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari . Contohnya guci vas bunga, meja, kursi, lemari dan lampu hias.
Bedasarkan pengertian karya seni tiga di mensi di atas, dapat kamu pahami adanya ciri-ciri tiga dimensi sebagai berikut.
  1. Mempunyai panjang lebar,dan tinggi
  2. Dapat dinikmati ke indahan dari sudut pandang mana pun
  3. Memiliki volume.
Baca juga : Daur Hidup Lalat.


Ditinjau dari jenis bendanya , ada tiga jenis benda yg biasa di tuangkan dalam gambar tiga dimensi. Tiga jenis benda yg dimaksud sebagai berikut.
  1. Benda Kubistis
    Benda kubistis adalah benda benda yg terbentuk  menyerupai bangunan kubus atau balok. contohnya botol, gelas, piring, kotak tisu, meja, kursi, lemari bak sampah, dan kulkas.
  2. Benda Silindris
    Benda silindris adalah benda benda yg terbentuk menyurupai silinder (elips). Contohnya botol , gelas, piring, mangkuk, teko, dan guci.
  3. Benda Bebas
    Benda bebas adalah benda benda yg bentuknya tidak beraturan. contohnya buah buahan, pepohonan, batu batuan, dan benda alam lain.

Instrumen Hukum dan Kelembagaan Nasional HAM

Instrumen Hukum Nasional HAM- Instrumrn hukum HAM merupakan alat peraturan yang digunakan untuk menjamin perlindungan dan penegakan HAM. Di era reformasi sekarang ini, negara kita berupaya untuk menjabarakn ketentuan hak-hak asasi manusia. Hal in telah dilaksanakan melalui amandemen yang kedua UU 1945 (tahun 2000) dan diundangkannya Undang-undang No.39 Tahun 1999 tentang HAM, serta meratifikasi beberapa konvensi internasional tentang HAM.
  1. Undang-undnag No.39 Tahun 1999 tentang HAM
  2. Kepurusan Presiden No.36 Tahun 1990 tentang pengesahan konversi tentang Hak-hak Anak ( Convention on the Right of the Child) 
  3. Undang-undang No.8 Tahun 1998 tentang Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan Martabat Manusia (Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment)
  4. Undnag-undnag No.11 Tahun 2005 tentang Pengesahan Internasional Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights ( Konvenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya)
  5. Undang-undnag No.12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Convrnant on Civil and Political Rights (Konvenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik)
Lebih lanjut konvenan menetapkan hak kebebasan berpikir; hak berkeyakinan dan beragama; hak orang untuk mempunyai pendapat tanpa campur tangan pihak lain dan hak atas kebebasan untuk menyatakan pendapat; hak atas perkawinan/membentuk keluarga; hak anak atas perlindungan yang dibutuhkan oleh statusnya sebagai anak dibawah umur, keharusan segera didaftarkannya setiap anak setelah lahir dan keharusan mempunyai nama; dan hak anak atas kewarganegaraan; hak ikut serta dalam urusan publik; hak memilih dan dipilih; ahak mempunyai akses pada jabatan publik di negaranya; hak persamaan kedudukan semua orang di depan hukum dan hak semua orang atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi.

Sejarah Penemuan Tata Surya Di Dunia

Planet adalah benda angkasa yang tidak memancarkan cahaya sendiri dan beredar mengelilingi matahari. Planet-planet yang berdasarkan jarak terdekat dengan Matahari adalah, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang.

Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teori heliosentris, yaitu bahwa matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi, yang digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543) sebelumnya. Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus.
Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter.

Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya

Pada 1781, William Hechell (1738-1782) menemukan Uranus. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Neptunus ditemukan pada Agustus 1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Pluto kemudian ditemukan pada 1930.

Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Kemudian pada 1978, Charon, satelit yang mengelilingi Pluto ditemukan, sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto.

Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lain di belakang Neptunus (disebut objek trans-Neptunus) yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk dalam Obyek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna (1.800 km pada Maret 2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004).

Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Obyek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya Xena. Selain lebih besar dari Pluto, obyek ini juga memiliki satelit.

Daftar jarak planet
Daftar planet dan jarak rata-rata planet dengan matahari dalam tata surya adalah seperti berikut:
• 57,9 juta kilometer ke Merkurius
• 108,2 juta kilometer ke Venus
• 149,6 juta kilometer ke Bumi
• 227,9 juta kilometer ke Mars
• 778,3 juta kilometer ke Jupiter
• 1.427,0 juta kilometer ke Saturnus
• 2.871,0 juta kilometer ke Uranus
• 4.497,0 juta kilometer ke Neptunus
Terdapat juga lingkaran asteroid yang kebanyakan mengelilingi matahari di antara orbit Mars dan Jupiter.
Karena rotasinya terhadap sumbu masing-masing, garis khatulistiwa menjadi lingkar terpanjang yang terdapat di setiap planet dan bintang.
Itulah Sejarah Penemuan Tata Surya Di Dunia, semoga postingan ini bermanfaat khsuusnya bagi para guru atau orang tua di rumah dalam memberikan materi pelajaran tentang Sejarah Penemuan Tata Surya Di Dunia di rumah.

Copyright © Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com