Sejarah terbentuknya tata surya

Sejarah terbentuknya tata surya - Sebelum kita melangkah lebih jauh tentang sejarah terbentuknya tata surya, terlebih dahulu kita perlu tahu apa itu tata surya? 
Tata surya adalah sekumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar yang disebut matahari, dan semua objek yang terkait oleh gaya grafitasinya. Objek-objek tersebut adalah delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kredil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Terbentuknya tata surya
Ada sekian banyak teori yang dicetuskan oleh para ahli, namun disini akan berbagi beberapa teori yang paling dipercaya dunia internasional:
  1. Teori Nabule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) dan Piere Simon de Lapiace (1796).
    Matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, karena pilinannya berupa kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, makin mengecil bola itu makin cepat putarannya. Akibatnya bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar dibagian equatornya bahkan sebagian massa dari kabut gas pada menjauh dari gumpalan intinya dan mebentuk gelang-gelang disekeliling bagian utama kabut itu, gelang-gelang tersebut kemudian membentuk gumpalan pada, nah inilah yang disebut planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian tengah yang berpijar tetap terbentuk gas pijar yang kita lihat sekarang sebagai matahari.
    Teori ini telah terpercaya umat manusia selama kira-kira 100 tahun, tetapi sekarang telah banyak ditinggalkan karena 2 alasan dibawah ini:
    1. Tidak mampu memberikan jawaban-jawaban kepada banyak hal atau masalah di dalam tata surya kita.
    2. Karena munculnya banyak teori yang lebih memuaskan.
  2. Teori Planetesimal oleh ahli Geologi Thomas C.Chamberlin (1843-1928) dan seorang astronom Forest R.Moulton (1872-1952)
    Tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari, pada masa awal pembentukan Matahari.
    Kedekatan tersebut, menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari, dan bersama proses internal matahari, menarik materi berulang kali dari matahari. Efek grafitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.

    Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap diorbit,  mendingin dan memadat dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut palnetisimal dan beberapa yang besar disebut protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan sementara sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.
Sumber : Buku Sukses Bimbel Bimbingan Belajar Hal.74 - Gibran Maulana. Karya Gemilang Utama Surabaya

Jenis-jenis puisi lama

Jenis-jenis puisi lama- Puisi ialah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna. Sedangkan Puisi lama merupakan pantun dan syair. Puisi modern tidak terikat pada bait, jumlah baris, atau sajak dalam penulisannya. Sehingga puisi modern disebut puisi bebas.
Jenis-jenis puisi lama:
  1. Mantra
    Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
  2. Pantun
    Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait empat baris, tiap baris terdiri dari 8012 suku kata, dua baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, pantun teka-teki, dan pantun jenaka. 
    1. Karmina
      Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
    2. Seloka
      Seloka adalah pantun berkait
    3. Gurindam
      Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, dan berisi nasihat.
    4. Syair
      Syair adalah puisi yang bersumber dari arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
    5. Talibun
      Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6,8 atau 10 baris

Benda-benda yang dapat kita lihat pada langit malam


Jika langki pada malam hari terang benderang, biasanya akan terlihat dengan jelas berbagai benda-benda yang ada dilangit, walaupun bentuknya real tidak jelas. Dibawah ini adalah jenis-jenis benda yang dapat kita lihat di atas langit pada malam hari. Berbeda jika waktu mendung, jika mendung hal tersebut tidak bisa kita lihat karena tertutup oleh awan mendung.

  • Bintang
    Bagi masyarakat pada jaman dahulu yang melihat langit ribuan tahun lalu, atau bahkan masyarakat modern yang baru melihat langit malam dengan mata tanpa alat, titik-titik terang di langit itu disebut bintang.

    Bagi pengamat jaman dahulu, bintang adalah titik terang di langit malam yang tampak mengitari Bumi secara perlahan. Bintang yang bisa dilihat dengan mata telanjang bisa mencapai ratusan atau bahkan 2000 bintang, jika langit sangat gelap. Untuk yang tinggal di kota, bintang yang bisa dilihat juga semakin sedikit. Tidak semua bintang bisa dilihat dengan mata. Jika bintangnya lebih redup maka hanya bisa dilihat dengan bantuan teleskop.

    Untuk membedakan, bintang tampak berkelip di langit malam. Walaupun bintang itu sangat besar, akan tetapi jaraknya sangat jauh. Oleh karena itu, ketika melewati atmosfer Bumi, efek dari atmosfer membelokkan cahaya dan bisa menyebabkan bintang tampak berkelap kelip di langit.
  • Rasi Bintang
    Untuk mengenali bintang yang sama di langit keesokan harinya, para pengamat langit jaman dahulu punya cara efektif. Mereka membayangkan kalau ada garis yang menghubungkan beberapa bintang maka bisa tampak seperti bentuk benda, hewan, atau dewa dalam bayangan para pengamat. Nah kumpulan bintang ini yang dikenal sebagai rasi bintang. Garis itu bukan garis yang nyata. Hanya garis khayal.

    Pada umumnya, bintang-bintang yang dihubungkan dengan garis khayal adalah bintang-bintang terang yang tampak berdekatan di langit. Kenyataannya jarak antara bintang-bintang itu sangat jauh. Setiap rasi bintang punya nama sendiri. Contohnya ada rasi Orion yang menggambarkan seorang Pemburu. Atau ada rasi Crux yang dikenal sebagai rasi Salib Selatan.

    Nama-nama dan bentuk konstelasi atau rasi bintang memang pada umumnya dari legenda Yunani. Tapi, setiap negara mempunyai khayalan yang berbeda untuk rasi bintang. Misalnya, di Indonesia, rasi Orion itu bukan berbentuk Pemburu tapi Bajak yang digunakan untuk membajak sawah. Dan rasi Crux bukan berbentuk Salib melainkan layang-layang.

    Tak cuma itu, rasi bintang ini biasanya dihubungkan dengan cerita legenda setempat sesuai dengan bentuknya. Cerita-cerita ini juga seringkali terkait dengan kepercayaan dari masyarakat setempat. Rasi bintang juga digunakan oleh para petani untuk menentukan musim menanam dan menuai. Sedangkan untuk para nelayan, rasi bintang digunakan untuk mengetahui kapan mereka harus melaut. Bagi para pelaut, rasi bintang digunakan untuk menentukan arah.
    Ada 88 rasi bintang yang secara resmi dikenal di langit malam.
  • Planet
    Ketika melihat langit malam, selain bintang, ada juga bintang yang posisinya berubah setiap hari dibanding bintang-bintang lainnya. Bintang ini dikenal sebagai bintang pengembara. Ternyata, benda terang yang bergerak ini bukan bintang melainkan planet. Planet-planet ini cukup terang sehingga bisa dilihat seperti bintang.

    Tapi ada bedanya. Jika diperhatikan, bintang itu berkelap kelip sedangkan planet tidak. Ini karena jarak planet jauh lebih dekat sehingga meskipun planet jauh lebih kecil dari bintang, jika dilihat dengan teleskop, bentuknya seperti piring super kecil bukan titik. Jadi ketika cahaya dari planet melewati atmosfer, tidak tampak pengaruh yang membuat planet berkelap kelip.
  • Bulan
    Benda yang satu ini selalu mudah dikenali. Benda bulat yang bersinar terang di malam hari ini adalah Bulan. Piringan lingkaran Bulan ukurannya 29 – 33 menit busur atau setara dengan besar ibu jari tangan kanan.
    Bulan adalah satelit yang mengelilingi Bumi. Akibat dari Bulan bergerak mengelilingi Bumi, wajah Bulan yang menerima sinar Matahari jadi berubah-ubah sehingga kita bisa melihat Bulan yang bersinar penuh (Bulan Purnama), atau Bulan Sabit (yang tidak semua permukaannya menerima sinar matahari). Dalam sebulan, pasti ada saat ketika Bulan tidak tampak di langit malam sehingga kita bisa melihat lebih banyak bintang.

    Pada saat Bulan menghilang dari langit malam, sebenarnya Bulan justru muncul di siang hari. tapi kita sulit untuk melihat Bulan karena cahaya Matahari sangat terang. Tapi kadang kita masih bisa melihat Bulan di pagi hari atau sore hari.
  • Meteor dan Hujan Meteor
    Di malam hari tampak juga titik-titik terang yang melesat cepat di langit. Mirip seperti bintang yang sedang berjatuhan. Fenomena yang dikenal sebagai bintang jatuh ini bukan bintang yang jatuh dari langit. Bintang jatuh itu adalah meteor, pecahan kecil asteroid dan debu komet yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar sehingga terbentuk seleret cahaya. Benda ini bergerak sangat cepat sehingga kita hanya melihatnya seperti lintasan cahaya yang melintas di langit.
    Ada meteor yang jatuh sampai ke Bumi tapi sebagian besar hanya melintas di langit.

    Setiap tahun, penduduk Bumi bisa menyaksikan peristiwa hujan meteor ketika Bumi melewati kumpulan debu di angkasa. Disebut hujan meteor, karena dalam satu jam ada puluhan sampai ratusan meteor yang melintas.
  • Komet
    Ada saatnya tampak bintang bergerak di langit dan memiliki ekor atau rambut yang panjang. Benda ini juga bukan bintang melainkan komet, sebuah benda es yang datang dari tempat dingin dan mendekati Matahari. Karena dekat Matahari maka esnya pun menjadi gas yang tampak seperti ekor.
  • Galaksi Bima Sakti
    Jika langit sangat gelap, ada pita kabut yang dipenuhi bintang. Pita ini dikenal sebagai Jalur Susu atau Milky Way. Tapi untuk orang Indonesia, pita jutaan bintang ini dikenal sebagai Bima Sakti. Kabut bintang-bintang ini adalah galaksi yang jadi rumah untuk bintang termasuk Matahari.
  • Yang Tak Bisa Dibedakan Mata
    Di langit malam, ada asteroid, galaksi, juga satelit yang tidak mudah dibedakan oleh mata tanpa menggunakan alat seperti teleskop. Asteroid adalah pecahan-pecahan batuan yang harusnya bergabung membentuk planet. Benda-benda ini banyak tersebar di dekat Bumi.
    Ada juga galaksi. Ini adalah kumpulan miliaran bintang yang juga berkumpul seperti di Bima Sakti. Tiap galaksi punya bentuk dan nama yang juga berbeda-beda. Selain itu, ada juga nebula, ini adalah awan raksasa yang di dalamnya bintang-bintang lahir.

    Satelit alam seperti Bulan tapi mengitari planet lain seperti pada Jupiter juga bisa dilihat dengan teleskop. Tak hanya itu, satelit buatan yang kadang melintas di langit juga bisa dilihat seperti Stasiun Antariksa Internasional.
    Planet seperti Uranus dan Neptunus juga sangat redup sehingga hanya bisa dilihat lewat teleskop.

Itulah benda-benda langit yang dapat kita lihat secara langsung di malam hari. Jika hanya sedikit yang bisa dilihat, itu artinya area tempat tinggal sudah dicemari polusi cahaya dari lampu kota.

Materi Fiqih Kelas 1 MI Semester 2, Pengertian Wudhu dan syarat Wudhu

Materi Fiqih Kelas 1 MI, Pengertian dan syarat Wudhu
Pengertian Wudhu
Adik-adik yang dirahmati Allah SWT
Wudhu merupakan salah satu syarat syahnya shalat
Jadi wudhu harus dilakukan dengan benar
Agar shalat kita diterima oleh Allah SWT
Wudhu artinya bersih dan indah.
Berwudhu yaitu membasuh sebagian anggota badan tertentu dengan air berdasarkan cara-cara yang telah di tentukan.
Orang yang telah berwudhu maka ia telah suci dari hadas kecil.
Sebelum mengerjakan shalat maka harus berwudhu terlebih dahulu.
Adik-adik yang dirindukan oleh Syurga.
Wudhu merupakan  amalan yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.
Wudhu dilakukan setiap hendak melaksanakan ibadah seperti tawaf, dan membaca Al-Qur’an serta Shalat.
Wudhu dapat menghilangkan hadas kecil. Air yang digunakan untuk wudhu harus suci dan mensucikan.
Air yang suci dan mensucikan adalah :
1. Air hujan
2. Air sungai
3. Air laut
4. Air sumur
5. Air embun
6. Air kran/PDAM
7. Air es atau air salju
Air buah-buahan seperti kelapa, air jeruk, maupun air kaleng tidak boleh digunakan untuk berwudhu meskipun air itu suci, akan tetapi air itu tidak mensucikan.

B.Syarat Wudhu
Adik-adik yang dirahmati Allah SWT.
Kita harus berwudhu terlebih dahulu sebelum shalat
Wudhu merupakan kegiatan awal orang yang akan melaksanakan shalat
Wudhu bertujuan untuk mensucikan diri dari hadas kecil
Ada syarat wudhu yang harus dipenuhi ketika berwudhu
Apa saja syarat wudhu itu? Mari kita pelajari bersama-sama.
Syarat wudhu adalah perbuatan yang harus dilakukan sebelum wudhu .
Yang termasuk syarat wudhu diantaranya:
1. Beragama Islam
2. Baligh (dewasa)
3. Berakal sehat
4. Ada air suci yang mensucikan
5. Mengetahui wajib dan sunahnya wudhu
6. Tidak ada penghalang sampainya air ke kulit seperti kulit tertutup cat, aspal, getah/cat kuku.

C. Niat wudhu
Semua amal ibadah maupun perbuatan baik
hendaknya diawali dengan niat yang tulus untuk mengharap ridho Allah Swt.
Wudhu harus disertai dengan niat agar wudhunya menjadi sah.
"Nawaetul wudua lirof'il hadasil asghori fardolilahita'ala)"
(Artinya : Saya niat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardu karena Allah ta'ala)

Penggunaan Huruf Kapital atau Huruf Besar

Dalam ejaan Bahasa Indonesia termasuk didalamnya adalah masalah ejaan. Berikut ini adalah penggunaan dan pengertian huruf kapital atau huruf besar.

  1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
  2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
  3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama, Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
  4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama Gelar kehormatan. Contohnya, Drs. Dr.
  5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama Jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
  6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Jadi kalau menulis nama orang huruf pertamanya harus kapital.
  7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
  8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
  9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
  10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.
Itulah beberapa contoh penggunaan huruf kapital atau huruf besar. Semoga bermanfaat.

Pengertian Cerita Fiksi

Pada dasarnya cerita fiksi adalah cerita rekaan atau cerita yang sengaja dibuat. Isi cerita fiksi dibuat berdasarkan hasil olahan imajinasi atau daya pikir oleh si pengarangnya secara artistik dan intens. Cerita fiksi ini biasanya di warnai oleh kultur, pengalaman batin, filosofi, religiositas, dan latar belakang pengarang lainnya. Selain itu, cerita fiksi diolah berdasarkan pandangan, tafsiran, baik peristiwa nyata maupun peristiwa hasil rekaan semata.

Banyak cerita fiksi yang dapat kamu baca di perpustakaan sekolah atau di toko-toko buku. 
Ciri-ciri cerita Fiksi adalah sebagai berikut:
  • Bersifat rekaan atau imaginasi pengarangnya.
  • Memiliki kebenaran yang relatif atau tidak mutlak (tidak harus)
  • Bahasanya bersifat konotatif atau bersifat sindiran (bukan sebenarnya)
  • Tidak memiliki sistematika yang baku.
  • Sasarannya emosi atau perasaan pembaca.
  • Memiliki pesan moral atau amanat tertentu.

Gambar tiga dimensi dan ciri-ciri tiga dimensi

Gambar adalah karya seni rupa dua dimensi. Karya seni rupa dua dimensi merupakan karya seni rupa yg memiliki  ukuran panjang lebar .
objek gambar  adalah benda benda tiga dimensi. Benda tiga dimensi . Benda tiga dimensi adalah karya seni rupa yg memiliki panjang ,lebar,dan tinggi,serta memiliki volume. Unsur volume inilah yg menjadi pembeda antara benda dua dimensi dan benda tiga dimensi misalnya benda hias dan benda yg digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari . Contohnya guci vas bunga, meja, kursi, lemari dan lampu hias.
Bedasarkan pengertian karya seni tiga di mensi di atas, dapat kamu pahami adanya ciri-ciri tiga dimensi sebagai berikut.
  1. Mempunyai panjang lebar,dan tinggi
  2. Dapat dinikmati ke indahan dari sudut pandang mana pun
  3. Memiliki volume.
Baca juga : Daur Hidup Lalat.


Ditinjau dari jenis bendanya , ada tiga jenis benda yg biasa di tuangkan dalam gambar tiga dimensi. Tiga jenis benda yg dimaksud sebagai berikut.
  1. Benda Kubistis
    Benda kubistis adalah benda benda yg terbentuk  menyerupai bangunan kubus atau balok. contohnya botol, gelas, piring, kotak tisu, meja, kursi, lemari bak sampah, dan kulkas.
  2. Benda Silindris
    Benda silindris adalah benda benda yg terbentuk menyurupai silinder (elips). Contohnya botol , gelas, piring, mangkuk, teko, dan guci.
  3. Benda Bebas
    Benda bebas adalah benda benda yg bentuknya tidak beraturan. contohnya buah buahan, pepohonan, batu batuan, dan benda alam lain.

Instrumen Hukum dan Kelembagaan Nasional HAM

Instrumen Hukum Nasional HAM- Instrumrn hukum HAM merupakan alat peraturan yang digunakan untuk menjamin perlindungan dan penegakan HAM. Di era reformasi sekarang ini, negara kita berupaya untuk menjabarakn ketentuan hak-hak asasi manusia. Hal in telah dilaksanakan melalui amandemen yang kedua UU 1945 (tahun 2000) dan diundangkannya Undang-undang No.39 Tahun 1999 tentang HAM, serta meratifikasi beberapa konvensi internasional tentang HAM.
  1. Undang-undnag No.39 Tahun 1999 tentang HAM
  2. Kepurusan Presiden No.36 Tahun 1990 tentang pengesahan konversi tentang Hak-hak Anak ( Convention on the Right of the Child) 
  3. Undang-undang No.8 Tahun 1998 tentang Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan Martabat Manusia (Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment)
  4. Undnag-undnag No.11 Tahun 2005 tentang Pengesahan Internasional Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights ( Konvenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya)
  5. Undang-undnag No.12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Convrnant on Civil and Political Rights (Konvenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik)
Lebih lanjut konvenan menetapkan hak kebebasan berpikir; hak berkeyakinan dan beragama; hak orang untuk mempunyai pendapat tanpa campur tangan pihak lain dan hak atas kebebasan untuk menyatakan pendapat; hak atas perkawinan/membentuk keluarga; hak anak atas perlindungan yang dibutuhkan oleh statusnya sebagai anak dibawah umur, keharusan segera didaftarkannya setiap anak setelah lahir dan keharusan mempunyai nama; dan hak anak atas kewarganegaraan; hak ikut serta dalam urusan publik; hak memilih dan dipilih; ahak mempunyai akses pada jabatan publik di negaranya; hak persamaan kedudukan semua orang di depan hukum dan hak semua orang atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi.

Sejarah Penemuan Tata Surya Di Dunia

Planet adalah benda angkasa yang tidak memancarkan cahaya sendiri dan beredar mengelilingi matahari. Planet-planet yang berdasarkan jarak terdekat dengan Matahari adalah, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang.

Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teori heliosentris, yaitu bahwa matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi, yang digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543) sebelumnya. Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus.
Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter.

Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya

Pada 1781, William Hechell (1738-1782) menemukan Uranus. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Neptunus ditemukan pada Agustus 1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Pluto kemudian ditemukan pada 1930.

Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Kemudian pada 1978, Charon, satelit yang mengelilingi Pluto ditemukan, sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto.

Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lain di belakang Neptunus (disebut objek trans-Neptunus) yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk dalam Obyek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna (1.800 km pada Maret 2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004).

Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Obyek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya Xena. Selain lebih besar dari Pluto, obyek ini juga memiliki satelit.

Daftar jarak planet
Daftar planet dan jarak rata-rata planet dengan matahari dalam tata surya adalah seperti berikut:
• 57,9 juta kilometer ke Merkurius
• 108,2 juta kilometer ke Venus
• 149,6 juta kilometer ke Bumi
• 227,9 juta kilometer ke Mars
• 778,3 juta kilometer ke Jupiter
• 1.427,0 juta kilometer ke Saturnus
• 2.871,0 juta kilometer ke Uranus
• 4.497,0 juta kilometer ke Neptunus
Terdapat juga lingkaran asteroid yang kebanyakan mengelilingi matahari di antara orbit Mars dan Jupiter.
Karena rotasinya terhadap sumbu masing-masing, garis khatulistiwa menjadi lingkar terpanjang yang terdapat di setiap planet dan bintang.
Itulah Sejarah Penemuan Tata Surya Di Dunia, semoga postingan ini bermanfaat khsuusnya bagi para guru atau orang tua di rumah dalam memberikan materi pelajaran tentang Sejarah Penemuan Tata Surya Di Dunia di rumah.

Ringkasan Materi atau Rangkuman Materi Pelajaran Biologi SMA Kelas XII Semester 1/2

Rangkuman atau Ringkasan Materi Biologi SMA Kelas XII Semester 1/2 
Untuk mempelajari materi biologi SMA kelas 12 yang terdiri dari beberapa bab tentu akan mengalami kesulitan dari segi banyaknya materi selama dua semester atau satu tahun ajaran. 
Nah agar mudah dalam memahami materi pelajaran yang ada di sekolah salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan cara membuat ringkasan materi dari pelajaran tersebut, ringkasan yang kita buat harus kita urutkan berdasarkan bab dan semester, tujuannya agar kita lebih fokus bab mana yang akan kita pelajari.
Bab 1 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
  1. Pertumbuhan pada makhluk hidup ditandai dengan adanya pertambahan tinggi dan besar tubuh tumbuhan yang terlihat mudah pada perkecambahan . 
  2. Perkembangan adalah suatu proses menuju ke arah kedewasaan sehingga tidak bisa diukur dan menekankan pada kwalitas.
  3. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan berbiji dimulai dengan proses dormansi biji, pembelahan sel, perbesaran dan pemanjangan sel, diferensiasi - specialisasi dan organogenesis.
  4. Ada dua tipe perkecambahan yaitu perkecambahan hipogeal dan perkecambahan epigeal yang didasarkan atas letak kotiledon dan kecepatan tumbuhnya epicotil dan hypocotilnya.
  5. Pertumbuhan tumbuhan karena pembelahan sel pada jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer, sedangkan hasil pembelahan sel pada jaringan meristem kambium kearah luar membentuk Xylem dan Floem disebut pertumbuhan sekunder.
  6. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan merupakan hasil interaksi antara faktor internal dan faktor eksternal. 
  7. Faktor internal meliputi faktor gen, dan hormon, sedang Faktor eksternal berupa iklim, tanah, dan organisme pengganggu. 
  8. Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh bagian tubuh tumbuhan yang berfungsi mengatur pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan itu sendiri.
  9. Pemupukan merupakan suatu usaha manusia untuk memberi atau menambahkan unsur-unsur yang diperlukan oleh tumbuhan. Pupuk tanaman meliputi pupuk organik (pupuk alami) dan pupuk anorganik (buatan). 
  10. Pupuk organik berupa kotoran hewan, hijauan (tanaman atau bagian tanaman) yang telah diproses dengan teknik-teknik pengolahan tertentu, agar dapat membentuk bahan anorganik. Karena bahan organik bisa dibuat lewat fotosintesis. Tumbuhan tertentu dapat digunakan untuk menyediakan bahan organik bagi tumbuhan budidaya. 


Bab 2 Metabolisme
  1. Metabolisme merupakan suatu rangkaian atau proses yang terarah dan teratur di dalam sel yang ada diseluruh tubuh kita, sel yang ada di tubuh itu melakukan metabolisme melalui reaksi-reaksi kimiawi, sehingga diperlukan atau dihasilkan bahan-bahan tertentu seperti unsur, molekul, senyawa atau energi dari luar .
  2. Jika memerlukan bahan energi dari luar bersifat endorgonik (penusunan) dan jika melepaskan energi disebut eksorgonik ( pemecahan).
  3. Metabolisme dibedakan menjadi  katabolisme dan anabolisme.
  4. Katabolisme adalah proses perombakan senyawa-senyawa yang kompleks  menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui reaksi-reaksi kimiawi, sehingga dihasilkan energi. 
  5. Anabolisme adalah proses pembentukan senyawa-senyawa kompleks dari senyawa-senyawa yang lebih sederhana melalui reaksi-reaksi kimiawi, sehingga diperlukan adanya energi.
  6. Proses keduanya hanya bisa berlangsung jika ada enzim OK . Sebagian besar enzim tersusun oleh 2 bagian, yaitu bagian yang berupa protein, disebut apoenzim dan bagian non protein yang disebut kofaktor (dapat berupa koenzim atau  gugus prostetik).
  7. Terdapat 2 teori tentang kerja enzim, yaitu model gembok – kunci ( lock and key ) dan teori ketepatan induksi ( induced fit theory ).
  8. Beberapa sifat e nzim, antara lain:  enzim sebagai biokatalisator suatu reaksi, bekerja secara khusus, dapat bekerja secara bolak balik (reversibel), berwujud sebagai koloid, rusak jika kena panas (termolabil), dan dapat diekstraksi dari sel tanpa kehilangan aktivitas katalitiknya.
  9. Faktor yang menghambat kerja e nzim, antara lain: inhibitor (reversibel dan irreversibel), zat-zat pengaktif (aktivator), suhu, pH, hasil akhir, konsentrasi e nzim, konsentrasi substrat, dan air.
  10. Enzim digolongkan berdasarkan apa yang terjadi di dalam reaksi. Enzim digolongkan menjadi oksidoreduktase (dehidrogenase, oksidase, dan hidroksilase), transferase, hidrolase (peptidase, esterase, glikosidase, dan fosfatase), liase, ligase, dan isomerase.
  11. Respirasi merupakan reaksi kimia sel untuk merombak senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana dengan menghasilkan e nergi. Respirasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu respirasi aerobik dan respirasi anaerobik.
  12. Secara umum, reaksi respirasi aerobik dibedakan menjadi 3 tahapan, yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif dan daur Krebs, serta rantai transportasi e lektron respirasi.
  13. Glikolisis adalah rangkaian reaksi kimia penguraian glukosa (yang memiliki 6 atom C) menjadi asam piruvat (senyawa yang memiliki 3 atom C), NADH, dan A TP. Pada sel eukariotik, glikolisis terjadi di sitoplasma (sitosol). Glikolisis terjadi melalui 10 tahapan, yang terdiri dari 5 tahapan penggunaan  energi dan 5 tahapan pelepasan e nergi. Hasil akhir glikolisis adalah 2ATP + 2NADH.
  14. Pembentukan A TP dapat terjadi dengan cara fosforilasi tingkat substrat dan fosforilasi oksidatif. Respirasi aerobik menghasilkan sebanyak 38 total A TP.
  15. Hasil akhir glikolisis (1 molekul glukosa) adalah 2 piruvat, 2 NADH, dan 2 A TP. Hasil akhir siklus Krebs adalah 6 NADH, 2 FADH, dan 2 A TP. 
  16. Elektron-e lektron yang dibawa oleh NADH dan FADH2 hasil glikolisis dan siklus Krebs akan masuk ke dalam sistem transportasi e lektron pada membran dalam mitokondria untuk membentuk  ATP.
  17. Fermentasi dibedakan berdasarkan produknya, misalnya fermentasi alkohol (produknya alkohol) dan fermentasi asam laktat (produknya asam laktat). Beberapa organisme bersel satu yang berperan dalam fermentasi alkohol adalah ragi (khamir) dan bakteri. Saccharomyces cereviceae merupakan khamir yang berperan dalam pembuatan tape.
  18. Organisme dibedakan menjadi beberapa kelompok berdasarkan sumber karbon (autotrof dan heterotrof), sumber donor e lektron (organotrof dan litotrof), dan sumber energinya (fototrof dan kemotrof). 
  19. Tumbuhan dan alga hijau dapat melakukan f otosintesis, yaitu menggunakan senyawa anorganik seperti CO2 dan H2O, serta bantuan cahaya matahari untuk mensintesis karbohidrat.
  20. Proses pembentukan bahan makanan dengan menggunakan e nergi dari bahan-bahan kimia disebut kemosintesis. Contohnya pada bakteri sulfur dan bakteri besi.

Bab 3 Genetika
Pada saat sel sedang membelah, benang-benang kromatin ini memendek dan menebal membentuk struktur yang disebut kromosom. 
Kromosom mempunyai 2 bagian utama yaitu sentromer (kinetokor) dan lengan. Pada lengan ditemukan bagian-bagian berupa matriks, kromonema, kromomer, dan lekukan sekunder. Kadang- kadang dijumpai adanya s atelit.
Jumlah kromosom pada setiap jenis organisme berbeda-beda, namun bersifat tetap (konstan). Jumlah kromosom tiap jenis organisme menunjukkan banyaknya kromosom yang ada pada sebuah sel organisme tersebut.
Berdasarkan letak sentromernya, bentuk kromosom dibedakan menjadi 4 macam, antara lain:  metasentris, sub metasentris, telosentris, dan akrosentris.
Spesies yang berbeda memiliki ukuran kromosom yang berbeda. Pada umumnya, kromosom sel tumbuhan lebih besar dibanding kromosom sel hewan.
Berdasarkan ukuran (panjang), jumlah, dan  bentuk kromosom maka kromosom sel somatis dapat disusun atau diatur secara standar. Hasil penyusunan ini disebut k aryotipe.
Jumlah atau satu set atau perangkat dari bermacam-macam homolog tersebut dinamakan genom atau ploidi.
Kromosom mempunyai komponen utama, antara lain: DNA ( Deoxyribo Nucleic Acid atau a sam nukleat deoksiribosa), protein histon, dan protein non  histon. Protein h iston bersifat basa kuat dan menetralkan keasaman D NA.
DNA merupakan material kromosom sebagai penyimpan informasi genetik D NA berperan dalam membawa dan menyimpan informasi genetik sel. Jumlah dan jenis informasi di dalam sel (tiap sebuah sel) sangat banyak.
DNA dan RNA tersusun oleh nukleotida-nukleotida yang saling terpaut membentuk polinukleotida yang amat panjang. D NA merupakan molekul yang besar (makromolekul) dan terdiri dari dua rantai polinukleotida yang saling berikatan. Setiap nukleotida tersusun atas 3 komponen, antara lain: sebuah basa nitrogen, sebuah gula pentosa yaitu deoksiribosa, dan satu gugus fosfat.
Basa nitrogen D NA meliputi basa purin dan basa pirimidin. Basa purin meliputi guanin (G) dan adenin (A), basa pirimidin meliputi sitosin (C) dan timin (T).
Komponen gula RNA berupa gula ribosa. Dua purin dan dua pirimidin juga ditemukan pada RNA, tetapi basa pirimidin timin tidak ditemukan. Pada RNA ditemukan pirimidin urasil.
Berdasarkan tempat terdapat dan fungsinya, RNA dibedakan menjadi RNA m ( RNA messenger ), RNA r (RNA ribosom) dan RNA t (RNA transfer).
Gen adalah unit genetis yang terdapat di dalam kromosom. Dalam satu kromosom terdapat ribuan bahkan puluhan ribu gen. Gen- gen tersebut terdapat di dalam D NA dan merupakan segmen dari  DNA yang berperan dalam menentukan sifat individu. Gen merupakan nama fungsional, sedangkan  DNA adalah nama strukturalnya.
Suatu sifat dikendalikan oleh sepasang g en. Anggota dari pasangan &nnbsp;gen disebut sebagai alel, dimana satu alel diperoleh dari induk jantan dan yang lain dari induk betina. Pasangan alel tersebut merupakan penentu dari suatu sifat.
Jika  gen tersebut dua alel dominan, maka disebut  gen homozigot dominan. Jika dibentuk oleh dua alel resesif, maka disebut gen homozigot resesif. Sementara itu, jika  gen dibentuk oleh sebuah alel dominan dan sebuah alel resesif maka disebut g en heterozigot.
Informasi genetik pada  double helix  DNA berupa kode-kode sandi atau kode genetik.
Replikasi D NA atau penggandaan  DNA meliputi 3 tahapan, antara lain: inisiasi (permulaan), elongasi (pemanjangan), dan terminasi (pengakhiran).
Translasi merupakan proses penerjemahan beberapa triplet atau k odon dari RNA m menjadi asam amino-asam amino yang akhirnya membentuk protein. Urutan basa nitrogen yang berbeda pada setiap triplet, akan diterjemahkan menjadi asam amino yang berbeda. Tahapan pada  translasi meliputi inisiasi  translasi, elongasi, dan terminasi.

Bab 4 Pembelahan Sel
Berdasarkan proses yang terjadi, pembelahan sel dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pembelahan amitosis (spontan), pembelahan mitosis, dan pembelahan meiosis.
Pembelahan amitosis (yang terjadi pada golongan bakteri) adalah pembelahan spontan dimana satu sel menghasilkan dua sel identik.
Pembelahan mitosis terjadi pada sel organisme eukariotik. Sel diploid yang mengalami mitosis membelah menjadi dua sel anakan yang juga diploid. Pembelahan mitosis terjadi secara bertahap yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase.
Pada pembelahan meiosis, satu sel diploid membelah menjadi empat sel anakan yang masing- masing bersifat haploid.
Pembelahan meiosis bertujuan menghasilkan sel gamet (sel kelamin). Pembelahan ini terjadi dua tahap, yaitu meiosis I dan meiosis II. Masing-masing tahap meiosis tersebut melalui tahap profase, metafase, anafase, dan telofase.
Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet.
Gametogenesis pada hewan jantan disebut spermatogenesis. Spermatogenesis menghasilkan empat sperma yang haploid. Sementara gametogenesis pada hewan betina disebut oogenesis yang menghasilkan satu sel telur haploid.
Pembentukan gamet jantan pada tumbuhan berbunga disebut mikrosporogenesis. Mikrosporogenesis menghasilkan empat mikrospora yang haploid. Sementara pembentukan gamet betina pada tumbuhan disebut megasporogenesis. Megasporogenesis menghasilkan delapan megaspora yang haploid.
Bab 5 Prinsip Hereditas

Pewarisan sifat (karakter) dari induk (orang tua) kepada fillialnya melalui suatu perkawinan melibatkan gen (sebagai faktor pembawa sifat keturunan).
Mendel memilih kacang kapri untuk objek kajiannya, karena memiliki pasangan-pasangan yang kontras, melakukan autogami atau penyerbukan sendiri, mudah disilangkan, mampu menghasilkan keturunan banyak, dan cepat menghasilkan atau daur hidupnya pendek.
Hukum Mendel I disebut juga Hukum Segregasi, karena menyatakan bahwa  pada waktu pem- bentukan gamet (meiosis), kromosom-kromosom homolognya memisahkan diri secara bebas.
Persilangan monohibrida adalah perkawinan dengan satu sifat (karakter) beda yang mencolok.
Genotip bersifat menurun dan diwariskan pada keturunan. 
Fenotip adalah sifat yang tampak dari luar. Fenotip merupakan paduan dari genotip dengan lingkungannya.
Hukum Mendel II dikenal sebagai Hukum Asortasi atau Hukum Berpasangan Secara Bebas atau Hukum Penggabungan Bebas. 
Persilangan dihibrida yaitu persilangan dengan dua sifat beda, dengan dua alel yang berbeda.
Back cross merupakan persilangan antara anakan F1 yang heterozigot dengan induknya yang homozigot dominan. 
Test cross adalah menyilangkan suatu hasil persilangan dengan salah satu induk homozigot resesif.
Penyimpangan semu Hukum Mendel meliputi interaksi gen, kriptomeri, polimeri, epistasis-hipostasis, gen-gen komplementer, gen dominan rangkap, dan atavisme.
Kriptomeri yaitu gen dominan yang seolah-olah tersembunyi jika berdiri sendiri dan akan tampak pengaruhnya apabila bersama-sama dengan gen dominan yang lainnya.
Polimeri adalah pembastaran heterozigot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri, tetapi memengaruhi bagian yang sama dari suatu organisme.
Sifat atau fenotip yang tadinya menghilang, dapat muncul kembali pada generasi berikutnya, melalui proses yang disebut atavisme. 
Epistasis adalah faktor (gen) dominan yang menutupi gen dominan lain yang bukan alelnya, sehingga sifat yang dikendalikan gen yang tertutup tidak muncul. 
Hipostasis adalah faktor (gen) yang tertutupi oleh gen dominan yang lain, yang bukan alelnya. 
Peristiwa inheritansi baik pada hewan, tumbuhan, maupun manusia akan mengikuti pola-pola hereditas seperti adanya tautan, tautan seks, pindah silang, determinasi seks, adanya gen letal, dan non-disjunction . 
Pindah silang dapat terjadi pada saat meiosis (pembentukan gamet). Pindah silang dapat berupa pindah silang tunggal atau pindah silang ganda. Untuk mengetahui kekuatan pindah silang dihitung nilai pindah silangnya (NPS).
Tipe-tipe determinasi seks meliputi tipe XY (pada lalat buah dan manusia), XO (belalang atau Ordo Orthoptera dan kepik atau Ordo Hemiptera), ZO (ayam dan itik), dan ZW (burung, serangga, dan kupu-kupu). 
Gen letal dibedakan menjadi gen resesif letal (pada jagung albino) dan gen dominan letal (pada ayam redep dan tikus kuning).
Gagal berpisah atau non-disjunction dapat terjadi pada saat pembentukan gamet (meiosis).
Pewarisan sifat pada manusia dapat diturunkan melalui kromosom seks (kromosom X dan kromosom Y) atau kromosom autosom. 
Sifat-sifat yang dapat diwariskan pada manusia meliputi jenis kelamin, kelainan menurun, golongan darah, dan ekspresi gen-gen yang dipengaruhi oleh seks.
Ada tiga macam sistem penggolongan darah, antara lain: sistem A, B, O; sistem MN, dan sistem Rhesus (Rh).  
Kelainan menurun yang disebabkan oleh alel resesif dan dominan autosom adalah albino, gangguan mental, brakhidaktili, cystinuria, dan polidaktili.
Kelainan menurun yang disebabkan oleh alel resesif kromosom X adalah buta warna, anodontia, dan hemofilia.
Kelainan menurun yang disebabkan oleh alel resesif kromosom Y adalah Hypertrichosis, Hystrixgravier, dan Webtoes .
Pewarisan sifat pada manusia dapat dihindari melalui upaya perbaikan sosial meliputi upaya eugenetika dan eutenika.
Peta silsilah dapat menunjukkan keadaan atau sifat individu dalam keluarga besar (1 garis keturunan) sehingga dapat dilacak adanya individu yang mewariskan sifat kepada keturunannya.

Bab 6 Mutasi
Mutasi adalah peristiwa perubahan susunan materi genetik (gen atau kromosom) pada suatu organisme dan sifat yang dihasilkan akan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Mutasi dapat dibedakan berdasarkan materi hereditasnya (mutasi gen dan mutasi kromosom), berdasarkan jenis selnya (mutasi somatis dan mutasi germinal), berdasarkan mekanisme terjadinya (mutasi alami dan mutasi buatan), dan berdasarkan efek atau pengaruh yang ditimbulkan (mutasi missense, non sense, mutasi netral, dan diam).
Mutasi gen adalah mutasi yang terjadi perubahan satu atau beberapa nukleotida di dalam gen, terdiri atas: transisi, transversi, dan mutasi frame shift .
Mutasi kromosom adalah mutasi yang terjadi karena perubahan struktur kromosom dan jumlah kromosom.
Mutasi yang terjadi akibat perubahan struktur kromosom, yaitu delesi (delesi terminal dan interkalar), duplikasi, inversi (inversi parasentris dan perisentris), serta translokasi (translokasi tunggal, perpindahan, resiprok, dan Robertson).
Translokasi Robertson, terdiri atas: fisi, yaitu bergabungnya dua kromosom homolog menjadi satu, dan fusi (disebut juga disosiasi kromosom) yang terjadi apabila suatu kromosom membelah menjadi dua.
Mutasi kromosom yang terjadi akibat perubahan jumlah kromosom, meliputi: euploidi dan aneuploidi.
Euploidi adalah perubahan yang meliputi seperangkat genom, dimana jumlah set kromosom individu merupakan kelipatan dari jumlah set kromosom dasar (kromosom haploid) yang terdiri atas monoploid (1n) dan poliploid yang terdiri dari triploid (3n), tetraploid (4n), dan seterusnya.
Aneuploidi adalah perubahan dimana suatu individu mempunyai kekurangan atau kelebihan kromosom dibandingkan dengan individu diploid normal. Aneuploidi biasanya diakibatkan oleh adanya nondisjunction dari satu pasang kromosom homolog dan terdiri atas: nullisomi (2n-2), monosomi (2n-1), trisomi (2n+1), dan tetrasomi (2n+2).
Mutasi somatik adalah mutasi yang terjadi di dalam sel-sel somatik (sel-sel tubuh) dan hanya akan diteruskan dalam sel tubuh saja.
Mutasi germinal adalah mutasi yang terjadi di dalam sel-sel gamet. Jika hasilnya berupa sifat dominan akan langsung diekspresikan pada keturunan berikutnya. Jika berupa sifat resesif, pada individu yang diploid akan tertutup.
Mutasi alami atau mutasi spontan ( spontaneous mutation ), terjadi dengan sendirinya tanpa diketahui penyebabnya secara pasti.
Mutasi buatan atau mutasi terinduksi ( induced mutation ), adalah mutasi yang disebabkan oleh mutagen, seperti senyawa kimia (berbagai macam basa dan turunannya, asam nitrat atau HNO2, senyawa alkil dan hidroksi), radiasi sinar ultraviolet, radiasi mengion, dan penyisipan molekul DNA (Rekayasa genetika).
Mutasi yang terjadi secara alami seringkali merugikan, baik bagi organisme yang menjadi mutan maupun lingkungan sekitar yang ikut terpengaruh karena munculnya organisme baru.
Mutasi buatan dinilai lebih memberikan keuntungan dibanding mutasi alami, karena mutasi buatan merupakan kejadian yang dapat direncanakan dan diprogram sebelumnya. Hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diinginkan dan berbagai kemungkinan yang tidak diharapkan dapat diminimalkan.
Dampak positif dari mutasi buatan dan mutasi alami yaitu dihasilkannya tanaman poliploid, aneka ragam fenotip tanaman, varian baru, dan pengembangan bioteknologi.
Dampak negatif dari mutasi yaitu menyebabkan kematian mutan (letal), kelainan, cacat, atau sindrom, dan dapat membahayakan lingkungan.perkembangan 

Bab 7 Evolusi
Evolusi merupakan suatu proses perubahan makhluk hidup dari waktu ke waktu menuju ke arah kesempurnaan.
Tokoh evolusi pertama yang gagasannya dapat diterima oleh kalangan luas adalah Charles Darwin. Pokok-pokok evolusi menurut Darwin adalah: a) Spesies yang hidup pada masa ini berasal dari spesies yang hidup pada masa lampau. b) Evolusi terjadi melalui mekanisme seleksi alam.
Peristiwa evolusi dapat dibuktikan dengan hasil studi dari berbagai bidang ilmu yang meliputi: anatomi perbandingan, embriologi, paleontologi, perbandingan biokimia, biogeografi serta domestikasi.
Mekanisme evolusi dapat terjadi karena beberapa kondisi yang mendukung yaitu: variasi genetik yang disebabkan oleh mutasi dan rekombinasi serta peristiwa seleksi alam.
Menurut Hardy-Weinberg frekuensi gen dalam suatu populasi akan selalu konstan dari generasi ke generasi berikutnya asalkan dipenuhi beberapa persyaratan yaitu tidak terjadinya mutasi, seleksi alam dan aliran gen ( genetic flow ), terjadi perkawinan acak, populasi besar dan frekuensi antara gen jantan dan betina sama.
Spesiasi merupakan peristiwa terbentuknya spesies baru yang berbeda dari nenek moyangnya.
Mekanisme isolasi reproduksi dapat terjadi melalui isolasi habitat, isolasi musim, isolasi tingkah laku, isolasi mekanik, isolasi gamet, terbentuknya bastar mandul dan terbentuknya bastar mati bujang.

Bab 8 Kecenderungan Baru Teori Evolusi
Ada tiga teori asal usul kehidupan yang dikenal yaitu: Teori Abiogenesis yang menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda mati; Teori Biogenesis yang menyatakan bahwa kehidup-   an berasal dari kehidupan sebelumnya; dan Teori Evolusi Biokimia yang menyatakan bahwa   kehidupan berasal dari bahan anorganik yang mengalami perubahan-perubahan secara kimiawi sampai muncul bentuk kehidupan yang pertama.
Bentuk kehidupan pertama adalah senyawa kompleks (protobion) yang dapat bermetabolisme, bereplikasi dan terdapat unsur genetik RNA di dalamnya.
Stanley Miller dan Harold Urey berhasil membuktikan bahwa bahan organik dapat terbentuk dari bahan anorganik dengan menciptakan alat dan atmosfer yang hampir serupa dengan   kondisi primitif bumi.
Teori modern tentang asal usul kehidupan yang paling berkembang adalah Teori Evolusi Biokimia.
Special Creation berpendapat bahwa kehidupan merupakan hasil ciptaan yang sudah dirancang dengan baik oleh Tuhan Yang Maha Esa. diikuti Carollus Linnaeus
Kelemahan Teori Evolusi Darwin disebabkan masih minimnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang biologi molekuler yang dapat dijadikan sebagai penjelas Teori Evolusi Darwin.

Bab 9 Bioteknologi
Bioteknologi merupakan teknologi pemanfaatan mikroorganisme untuk menghasilkan produk  yang berguna bagi manusia.
Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, bioteknologi dibedakan men jadi dua jenis, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
Rekayasa genetika adalah suatu metode biokimiawi atau manipulasi gen, dengan cara menyisip kan ( insert ) atau menggabungkan gen yang dikehendaki ke dalam suatu organisme.
Ciri atau sifat dari bioteknologi konvensional, antara lain: masih menerapkan teknik-teknik biologi,  bioteknologi, dan rekayasa genetika yang terbatas, masih menggunakan mikroorganisme  seadanya, belum mengembangkan teknik sampai tingkatan molekuler yang terarah, belum  sepenuhnya steril (bebas dari mikrobia yang tidak diinginkan), jumlah produknya relatif sedikit,  serta kualitasnya belum terjamin.
Produk-produk lain dari bioteknologi konvensional, antara lain: bahan bakar (metana, etana, dan  propana), enzim (enzim -amilase, lipase, dan proteinase), metabolit primer (asam-asam organik dan  alkohol), metabolit sekunder (zat warna dan antibiotik), dan asam amino (zat glutamat dan lisin).
Metode-metode mutakhir bioteknologi ( currents methods of biotechnology ), antara lain: kultur  jaringan dan rekayasa genetika (teknologi DNA rekombinan, transplantasi nukleus, kloning, dan  teknologi hibridoma).
Kultur jaringan merupakan suatu teknik atau metode untuk mengisolasi bagian-bagian tanaman  (sel, jaringan, atau organ seperti  akar, batang, daun, dan pucuk) kemudian menumbuhkan  bagian tersebut secara aseptis (teknik untuk mendapatkan kondisi suci hama) di dalam atau di atas medium budidaya ( in vitro ). Dengan demikian, bagian-bagian tanaman tersebut dapat  memperbanyak diri dan dapat menjadi tanaman lengkap kembali.
Transplantasi atau pemindahan nukleus dari satu sel ke sel yang lain dapat menghasilkan indi- vidu yang baru.
Kloning adalah suatu metode untuk menghasilkan keturunan atau individu yang identik secara  genetik dengan induknya.
Teknologi hibridoma adalah suatu metode penggabungan (fusi) dua macam sel dari organisme  yang sama atau berbeda untuk mendapatkan sel hibrid (hibridoma) yang mempunyai kombinasi  kedua sifat tersebut.
Mikroorganisme yang dikembangkan dalam bioteknologi mampu mengubah bahan mentah  menjadi memiliki nilai tambah lebih tinggi, misalnya pada  pembuatan makanan dan mengubah  bahan pangan, pembuatan obat-obatan, membasmi hama tanaman, menanggulangi masalah  pencemaran, dan pemisahan bijih logam. 
Bioteknologi menghasilkan dampak positif dan negatif pada sains, lingkungan, teknologi, dan  mayarakat.
Dampak positif bioteknologi, antara lain: menghasilkan pembasmi hama tanaman, menghasilkan  tanaman pengikat nitrogen, berperan dalam pengelolaan limbah, dalam pemisahan logam dari  bijihnya, dan menghasilkan bayi tabung.
Dampak negatif bioteknologi, antara lain: mengancam kelestarian alam, menghasilkan gulma- gulma super, serta dapat mengancam kesehatan.

Copyright © Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com