Tampilkan postingan dengan label Materi IPS Kelas 6 SD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi IPS Kelas 6 SD. Tampilkan semua postingan

Peredaran Darah Manusia

 Peredaran darah manusia dapat terbagi menjadi tiga, yakni sirkulasi sistemik,sirkulasi pulmonal, dan sirkulasi koroner. Ketiga sirkulasi ini saling bekerja sama untuk memastikan kelangsungan hidup manusia. Sirkulasi sistemik dikenal dengan proses peredaran darah besar yang dimulai dari: jantung → jaringan tubuh → jantung.

Sedangkan untuk sirkulasi pulmonal atau peradaran darah kecil dumulai dari:

jantung → paru-paru → jantung. Untuk sirkulasi koroner merupakan sirkulasi yang mendarahi otot jantung, pembuluh yang terlibat adalah pembuluh koroner membentuk sirkulasi sistemik (vasa privata jantung).Sementara publik mengenalnya pada dua proses peredaran darah yaitu peredaran darah besar dan peredaran darah kecil yang gambaran jelasnya seperti gambar berikut:



Apa yang dapat saudara pahami dari gambaran perdaran darah di atas? Mari kita simak penjelasan berikut.

Sirkulasi sistemik. Disebut juga dengan peredaran besar, merupakan sirlukasi darah yang mencakup seluruh tubuh. Sirkulasi ini berlangsung ketika darah yang mengandung oksigen mengisi serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis, usai melakukan pelepasan karbon dioksida di paru-paru. Kemudian, darah yang sudah berada di serambi kiri diteruskan ke bilik kiri, untuk selanjutnya disalurkan ke

seluruh tubuh melalui pembuluh darah utama (aorta). Darah yang dipompa melewati aorta akan terus mengalir hingga ke bagian paling tepi di seluruh area tubuh. Setelah menyalurkan berbagai zat yang dibawanya ke sel-sel tubuh, darah akan mengalir kembali menuju serambi kanan jantung untuk mengalami proses pembersihan darah.

Sirkulasi pulmonal(paru). Disebut juga dengan peredaran darah kecil, ini merupakan sirkulasi darah dari jantung menuju paru-paru, dan sebaliknya. Sirkulasi ini berlangsung saat darah yang mengandung karbon dioksida dari sisa metabolisme tubuh kembali ke jantung melalui pembuluh vena besar (vena cava).

Lalu, memasuki serambi kanan dan diteruskan ke bilik kanan jantung. Selanjutnya, darah yang sudah berada di bilik kanan akan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, untuk melakukan pertukaran gas karbon dioksida dengan oksigen. Setelah itu, darah bersih yang kaya oksigen akan memasuki serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.

Sirkulasi koroner. Sama seperti organ tubuh lain, jantung juga membutuhkan asupan oksigen dan nutrisi supaya dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Darah yang menutrisi jantung akan dialirkan melalui arteri koroner ke otot-otot jantung. Maka dari itu, sumbatan pada arteri koroner bisa mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke otot jantung, sehingga meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Benda-benda yang dapat kita lihat pada langit malam


Jika langki pada malam hari terang benderang, biasanya akan terlihat dengan jelas berbagai benda-benda yang ada dilangit, walaupun bentuknya real tidak jelas. Dibawah ini adalah jenis-jenis benda yang dapat kita lihat di atas langit pada malam hari. Berbeda jika waktu mendung, jika mendung hal tersebut tidak bisa kita lihat karena tertutup oleh awan mendung.

  • Bintang
    Bagi masyarakat pada jaman dahulu yang melihat langit ribuan tahun lalu, atau bahkan masyarakat modern yang baru melihat langit malam dengan mata tanpa alat, titik-titik terang di langit itu disebut bintang.

    Bagi pengamat jaman dahulu, bintang adalah titik terang di langit malam yang tampak mengitari Bumi secara perlahan. Bintang yang bisa dilihat dengan mata telanjang bisa mencapai ratusan atau bahkan 2000 bintang, jika langit sangat gelap. Untuk yang tinggal di kota, bintang yang bisa dilihat juga semakin sedikit. Tidak semua bintang bisa dilihat dengan mata. Jika bintangnya lebih redup maka hanya bisa dilihat dengan bantuan teleskop.

    Untuk membedakan, bintang tampak berkelip di langit malam. Walaupun bintang itu sangat besar, akan tetapi jaraknya sangat jauh. Oleh karena itu, ketika melewati atmosfer Bumi, efek dari atmosfer membelokkan cahaya dan bisa menyebabkan bintang tampak berkelap kelip di langit.
  • Rasi Bintang
    Untuk mengenali bintang yang sama di langit keesokan harinya, para pengamat langit jaman dahulu punya cara efektif. Mereka membayangkan kalau ada garis yang menghubungkan beberapa bintang maka bisa tampak seperti bentuk benda, hewan, atau dewa dalam bayangan para pengamat. Nah kumpulan bintang ini yang dikenal sebagai rasi bintang. Garis itu bukan garis yang nyata. Hanya garis khayal.

    Pada umumnya, bintang-bintang yang dihubungkan dengan garis khayal adalah bintang-bintang terang yang tampak berdekatan di langit. Kenyataannya jarak antara bintang-bintang itu sangat jauh. Setiap rasi bintang punya nama sendiri. Contohnya ada rasi Orion yang menggambarkan seorang Pemburu. Atau ada rasi Crux yang dikenal sebagai rasi Salib Selatan.

    Nama-nama dan bentuk konstelasi atau rasi bintang memang pada umumnya dari legenda Yunani. Tapi, setiap negara mempunyai khayalan yang berbeda untuk rasi bintang. Misalnya, di Indonesia, rasi Orion itu bukan berbentuk Pemburu tapi Bajak yang digunakan untuk membajak sawah. Dan rasi Crux bukan berbentuk Salib melainkan layang-layang.

    Tak cuma itu, rasi bintang ini biasanya dihubungkan dengan cerita legenda setempat sesuai dengan bentuknya. Cerita-cerita ini juga seringkali terkait dengan kepercayaan dari masyarakat setempat. Rasi bintang juga digunakan oleh para petani untuk menentukan musim menanam dan menuai. Sedangkan untuk para nelayan, rasi bintang digunakan untuk mengetahui kapan mereka harus melaut. Bagi para pelaut, rasi bintang digunakan untuk menentukan arah.
    Ada 88 rasi bintang yang secara resmi dikenal di langit malam.
  • Planet
    Ketika melihat langit malam, selain bintang, ada juga bintang yang posisinya berubah setiap hari dibanding bintang-bintang lainnya. Bintang ini dikenal sebagai bintang pengembara. Ternyata, benda terang yang bergerak ini bukan bintang melainkan planet. Planet-planet ini cukup terang sehingga bisa dilihat seperti bintang.

    Tapi ada bedanya. Jika diperhatikan, bintang itu berkelap kelip sedangkan planet tidak. Ini karena jarak planet jauh lebih dekat sehingga meskipun planet jauh lebih kecil dari bintang, jika dilihat dengan teleskop, bentuknya seperti piring super kecil bukan titik. Jadi ketika cahaya dari planet melewati atmosfer, tidak tampak pengaruh yang membuat planet berkelap kelip.
  • Bulan
    Benda yang satu ini selalu mudah dikenali. Benda bulat yang bersinar terang di malam hari ini adalah Bulan. Piringan lingkaran Bulan ukurannya 29 – 33 menit busur atau setara dengan besar ibu jari tangan kanan.
    Bulan adalah satelit yang mengelilingi Bumi. Akibat dari Bulan bergerak mengelilingi Bumi, wajah Bulan yang menerima sinar Matahari jadi berubah-ubah sehingga kita bisa melihat Bulan yang bersinar penuh (Bulan Purnama), atau Bulan Sabit (yang tidak semua permukaannya menerima sinar matahari). Dalam sebulan, pasti ada saat ketika Bulan tidak tampak di langit malam sehingga kita bisa melihat lebih banyak bintang.

    Pada saat Bulan menghilang dari langit malam, sebenarnya Bulan justru muncul di siang hari. tapi kita sulit untuk melihat Bulan karena cahaya Matahari sangat terang. Tapi kadang kita masih bisa melihat Bulan di pagi hari atau sore hari.
  • Meteor dan Hujan Meteor
    Di malam hari tampak juga titik-titik terang yang melesat cepat di langit. Mirip seperti bintang yang sedang berjatuhan. Fenomena yang dikenal sebagai bintang jatuh ini bukan bintang yang jatuh dari langit. Bintang jatuh itu adalah meteor, pecahan kecil asteroid dan debu komet yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar sehingga terbentuk seleret cahaya. Benda ini bergerak sangat cepat sehingga kita hanya melihatnya seperti lintasan cahaya yang melintas di langit.
    Ada meteor yang jatuh sampai ke Bumi tapi sebagian besar hanya melintas di langit.

    Setiap tahun, penduduk Bumi bisa menyaksikan peristiwa hujan meteor ketika Bumi melewati kumpulan debu di angkasa. Disebut hujan meteor, karena dalam satu jam ada puluhan sampai ratusan meteor yang melintas.
  • Komet
    Ada saatnya tampak bintang bergerak di langit dan memiliki ekor atau rambut yang panjang. Benda ini juga bukan bintang melainkan komet, sebuah benda es yang datang dari tempat dingin dan mendekati Matahari. Karena dekat Matahari maka esnya pun menjadi gas yang tampak seperti ekor.
  • Galaksi Bima Sakti
    Jika langit sangat gelap, ada pita kabut yang dipenuhi bintang. Pita ini dikenal sebagai Jalur Susu atau Milky Way. Tapi untuk orang Indonesia, pita jutaan bintang ini dikenal sebagai Bima Sakti. Kabut bintang-bintang ini adalah galaksi yang jadi rumah untuk bintang termasuk Matahari.
  • Yang Tak Bisa Dibedakan Mata
    Di langit malam, ada asteroid, galaksi, juga satelit yang tidak mudah dibedakan oleh mata tanpa menggunakan alat seperti teleskop. Asteroid adalah pecahan-pecahan batuan yang harusnya bergabung membentuk planet. Benda-benda ini banyak tersebar di dekat Bumi.
    Ada juga galaksi. Ini adalah kumpulan miliaran bintang yang juga berkumpul seperti di Bima Sakti. Tiap galaksi punya bentuk dan nama yang juga berbeda-beda. Selain itu, ada juga nebula, ini adalah awan raksasa yang di dalamnya bintang-bintang lahir.

    Satelit alam seperti Bulan tapi mengitari planet lain seperti pada Jupiter juga bisa dilihat dengan teleskop. Tak hanya itu, satelit buatan yang kadang melintas di langit juga bisa dilihat seperti Stasiun Antariksa Internasional.
    Planet seperti Uranus dan Neptunus juga sangat redup sehingga hanya bisa dilihat lewat teleskop.

Itulah benda-benda langit yang dapat kita lihat secara langsung di malam hari. Jika hanya sedikit yang bisa dilihat, itu artinya area tempat tinggal sudah dicemari polusi cahaya dari lampu kota.

Perkembangbiakan Hewan

Pengertian Berkembangbiak - Berkembang biak adalah suatu kemampuan makhluk hidup untuk memperbanyak jenisnya, atau menghasilkan keturunan. Tujuan berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya sehingga terhindar dari kepunahan. Hewan mengalami kepunahan karena pemanfaatan bagian tubuh hewan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pemanfaatan bagian tubuh hewan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Perkembangbiakan hewan dapat di bedakan menjadi dua macam yaitu secara Vegetatif dan Generatif. Perkembangbiakan Vegetatif terjadi tanpa peleburan Sel Kelamin Jantan dan Betina. Perkembangbiakan Vegetatif biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah atau tidak bertulang belakang .

Cara perkembangbiakan hewan ada beberapa cara, di antaranya dengan cara melahirkan (vivipar), bertelur (ovipar), dan bertelur melahirkan (ovovivipar), serta ada yang berkembangbiak dengan cara membelah diri (fragmentasi).
  1. Perkembangbiakan Hewan Secara Kawin (Generatif)
    Perkembangbiakan pada hewan secara kawin diawali dengan pembuahan. Pembuahan terjadi jika sel kelamin betina (sel telur) dan sel kelamin jantan(spermatozoid) berbaur (bersatu). Hasil pembuahan ini disebut zigot. Zigot adalah proses perkembangbiakan sebelum janin atau calon janin/embrio pada rahim wanita. Zigot tumbuh menjadi embrio (janin). Embrio inilah kelak menjadi keturunan baru.
    Berdasarkan tempat terjadinya pembuahan, hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu:
    1. Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di dalam tubuh hewan betina (Fertilisasi Internal). Pembuahan di dalam tubuh terutama terjadi pada kelompok reptilia (hewan melata), unggas, dan mamalia (hewan menyusui). Contohnya: ayam dan burung.
    2. Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di luar tubuh betina (Fertilisasi Eksternal). Pembuahan di luar tubuh terjadi karena penggabungan sel telur dan sperma terjadi di luar tubuh induknya. Contohnya: katak dan ikan.
      Perkembangbiakan secara kawin pada hewan dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut :
      1. Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur (Ovipar)
        Pada hewan bertelur, pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di luar tubuh induknya. Embrio itu dibungkus dan dilindungi oleh cangkang. Embrio di dalam telur ini dilengkapi dengan kuning telur (yolk). Kuning telur digunakan sebagai cadangan makanan untuk perkembangan embrio. Jika embrio telah tumbuh sempurna, telur akan menetas dan keluarlah individu baru. Hewan yang berkembang biak secara bertelur disebut ovipar. Ayam dan burung merupakan contoh hewan bertelur. Contoh hewan reptil (Reptil adalah binatang vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya) yang bertelur adalah penyu. 
        Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
        1. Tidak mempunyai daun telinga
        2. Tidak mengalami masa mengandung
        3. Tidak memiliki kelenjar susu
        4. Mengerami telurnya
      2. Hewan yang Berkembangbiak dengan Melahirkan (Vivipar)
        Hewan yang melahirkan juga menghasilkan telur. Akan tetapi, telur tidak dikeluarkan dari tubuh. Telur tetap berada di dalam rahim hewan betina. Telur tersebut juga tidak terbungkus oleh cangkang atau kulit yang keras. Setelah telur itu dibuahi, telur akan tumbuh menjadi calon bayi dan tumbuh menjadi bayi yang sempurna. Selama itu pula hewan betina mengalami masa kehamilan. Setelah mencapai umur tertentu dalam kandungan, maka anak hewan dilahirkan. Anak hewan yang baru lahir diberi makan oleh induknya dengan cara menyusui. Hewan yang berkembang biak secara melahirkan disebut vivipar. Contoh hewan vivipar sapi, kucing, kambing, dan singa.
        Hewan yang berkembangbiak dengan cara melahirkan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
        1. Memiliki daun telinga
        2. Memiliki kelenjar susu
        3. Mengalami masa mengandung
        4. Memiliki rambut/ bulu yang halus
      3. Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur-Melahirkan (Ovovivipar)
        Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur-melahirkan disebut dengan ovovivipar. Pembuahannya terjadi di dalam tubuh hewan betina. Setelah terjadi pembuahan, di dalam tubuh hewan betina akan terbentuk telur. Zigot tumbuh menjadi embrio di dalam telur tersebut. Proses ini di namakan kehamilan. Setelah embrio tumbuh dengan sempurna di dalam telur, induk mengeluarkannya sebagai keturunan baru. Kadang-kadang, anak yang dikeluarkan masih terbungkus dalam cangkang telur .Contoh hewan ovovivipar adalah paus, ikan pari, dan beberapa jenis ular.
  2. Perkembangbiakan Hewan Vegetatif
    Selain berkembangbiak dengan cara kawin hewan juga ada yang berkembangbiak dengan cara tidak kawin atau disebut dengan perkembangbiakan vegetatif. Berikut ini beberapa hewan yang berkembangbiak dengan cara tidak kawin.
    1. Membelah Diri (fragmentasi)
      Hewan yang bersel tunggal berkembang biak dengan cara membelah diri, tidak dengan cara kawin. Contohnya, amoeba berkembang biak dengan cara membelah diri. Pembelahan pertama kali tejadi pada inti sel, kemudian bagian tubuh lain ikut membelah. Pembelahan ini menghasilkan dua sel yang kembar. Tiap sel hasil pembelahan menjadi individu baru yang dapat tumbuh dan berkembang biak.
      Selain amoeba, ada juga hewan yang berkembang biak dengan cara pemisahan bagian tubuh, contohnya bintang laut. Bila bintang laut dibelah menjadi dua bagian, maka tiap bagian tubuhnya itu dapat tumbuh menjadi individu baru. Cara perkembangbiakan dengan pemisahan bagian tubuh ini dinamakan fragmentasi.
    2. Tunas.
      Perkembangbiakan dengan cara pembentukan tunas antara lain terjadi pada Hydra. Hydra merupakan hewan yang tidak bertulang belakang. Hydra hidup pada air tawar. Pada tubuh Hydra dewasa akan muncul tonjolan. Tonjolan tersebut akan terus tumbuh dan membesar. Kemudian, akan terbentuk mulut dan lengan (tentakel). Tunas yang belum dewasa ini mendapatkan makanan dari tubuh induknya. Ketika setelah cukup besar, tunas itu akan terlepas dari tubuh induknya. Tunas yang terlepas akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
    3. Fragmentasi 
      Fragmentasi merupakan perkembangbiakan yang akan dilakukan oleh kelompok hewan tingkat rendah dengan memotong bagian tubuh tertentu untuk menghasilkan individu baru. Cara perkembangbiakan dengan cara fragmentasi adalah sebagai berikut ini:
      1. Hewan yang berkembangbiak dengan cara fragmentasi adalah cacing planaria.
      2. Cacing ini adalah cacing pipih.
        Cara perkembangbiakan cacing ini adalah ketika kita memotong bagian tubuh cacing ini, bagian tubuh yang dipotong tersebut akan membentuk individu baru.

Materi Pelajaran IPS Kelas 6 Semester 1 : Pelestarian Wilayah Laut Indonesia

Pelestarian Wilayah Laut Indonesia - Sebagian besar wilayah Indonesia berupa lautan. Sekitar 70% wilayah Indonesia berupa lautan yang menghubungkan antarpulau. Laut memberika manfaat dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang.
Laut menyimpan sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya alam hayati maupun nonhayati terdapat di laut. Sumber daya alam yang ada di laut sebagai berikut:
  1. Berbagai jenis biota laut seperti ikan, udang, cumi-cumi, kerang, kepiting, dan biota lainnya. Sumber daya alam tersebut memberikan penghidupan bagi para nelayan.
  2. Kerang mutiara memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.
  3. Rumput laut dibudidayakan di daerah pesisir. Budi daya ini dapat meningkatkan pendapatan penduduk.
  4. Air laut merupakan bahan dasar pembuatan garam mineral.
  5. Berbagai bahan tambang terdapat di laut, di antaranya minyak bumi.
Sumber daya alam yang ada di laut dapat mengalami kerusakan.

Kerusakan sumber daya alam di laut sebagian besar disebabkan oleh tindakan manusia. Faktor-faktor yang dapat mengakibatkan kerusakan di laut sebagai berikut:
  1. Membuang sampah di laut.
  2. Pembuangan limbah industri yang mengandung bahan kimia dapat mencemari laut sehingga biota laut banyak yang mati.
  3. Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan menyebabkan kerusakan terumbu karang.
  4. Penggunaan jaring pukat harimau dan jaring trawl menyebabkan ikanikan kecil tertangkap sehingga populasi ikan semakin berkurang.
  5. Tumpukan minyak mentah di laut menyebabkan kematian berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.
Sumber daya alam yang ada di laut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kita boleh memanfaatkan sumber daya alam yang ada di laut. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Akan tetapi, kita juga harus menjaga pelestariannya. Beberapa upaya yang dilakukan untuk melestarikan sumber daya laut sebagai berikut:
  1. Menjaga kebersihan laut atau tidak membuang sampah sembarangan.
  2. Melakukan daur ulang sampah industri sebelum dibuang ke laut atau sungai.
  3. Melarang penggunaan pukat harimau.
  4. Melarang penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.
  5. Melindungi terumbu karang sebagai tempat perkembangbiakan ikan.
  6. Menanam hutan bakau di pesisir pantai untuk mencegah abrasi pantai.
    Hutan bakau (mangrove) juga digunakan untuk berkembang biak berbagai jenis biota laut.
  7. Memberi sanksi yang berat terhadap orang-orang yang menangkap satwa laut yang dilindungi.

Perkembangan Wilayah Laut Indonesia

Perkembangan Wilayah Laut Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Garis pantainya sekitar 81.000 km. Wilayah lautnya meliputi 5,8 juta km2 atau sekitar 70% dari luas total wilayah Indonesia. Luas wilayah laut Indonesia terdiri atas 3,1 juta km2 luas laut kedaulatan dan 2,7 juta km2 wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).
Wilayah laut Indonesia mengalami perkembangan yang cukup panjang. Wilayah laut Indonesia pertama kali ditentukan dengan Territoriale Zee en Maritime Kringen Ordonantie (TZMKO) tahun 1939. Berdasarkan konsepsi TZMKO tahun 1939, lebar laut wilayah perairan Indonesia hanya meliputi jalur-jalur laut yang mengelilingi setiap pulau atau bagian pulau Indonesia. Lebar laut hanya 3 mil laut. Artinya, antarpulau di Indonesia terdapat laut internasional yang memisahkan satu pulau dengan pulau lainnya. Hal ini dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Pada tanggal 13 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengumumkan Deklarasi Djoeanda. Pemerintah mengumumkan bahwa lebar laut Indonesia adalah 12 mil. Selanjutnya, dengan Undang-Undang No. 4/Prp Tahun 1960 tentang Wilayah Perairan Indonesia ditetapkan tentang laut wilayah Indonesia selebar 12 mil laut dari garis pangkal lurus. Perairan Indonesia dikelilingi
oleh garis pangkal yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau terluar Indonesia. Pada tahun 1982 Konvensi Hukum Laut PBB memberikan dasar hukum bagi negara-negara kepulauan untuk menentukan batasan lautan sampai zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen. Dengan dasar ini suatu negara memiliki wewenang untuk mengeksploitasi sumber daya alam yang ada di zona tersebut.

Berbagai sumber daya alam seperti perikanan, gas bumi, minyak bumi, dan bahan tambang lainnya dapat dimanfaatkan oleh negara yang bersangkutan. Berikut ini adalah gambar pembagian wilayah laut menurut Konvensi Hukum Laut PBB.
Wilayah laut Indonesia sangat luas. Wilayah laut Indonesia dibedakan menjadi tiga, yaitu zona laut teritorial, zona landas kontinen, dan zona ekonomi eksklusif.


  1. Zona Laut Teritorial
    Zona laut teritorial adalah jalur laut yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke laut lepas. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau. Sebuah negara mempunyai kedaulatan sepenuhnya sampai batas laut teritorial. Akan tetapi, negara tersebut harus menyediakan jalur pelayaran lintas damai baik di atas maupun di bawah permukaan laut. Batas teritorial Indonesia telah diumumkan sejak Deklarasi Djoeanda pada tanggal 13 Desember 1957.
  2. Zona Landas Kontinen
    Landas kontinen adalah dasar laut yang merupakan lanjutan dari sebuah benua. Landas kontinen memiliki kedalaman kurang dari 150 meter. Landas kontinen diukur dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut.
    Penentuan landas kontinen Indonesia dilakukan dengan melakukan perjanjian dengan negara-negara tetangga. Pada tahun 1973 pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia.
    Indonesia terletak di antara dua landas kontinen, yaitu Benua Asia dan Australia. Pada zona ini suatu negara mempunyai kewenangan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalamnya. Negara tersebut juga harus menyediakan jalur pelayaran yang terjamin keselamatan dan 
  3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
    Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar. Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) diumumkan pada tanggal 21 Maret 1980. Di zona ini negara Indonesia memiliki hak untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam yang ada. Eksplorasi adalah penyelidikan tentang sumber daya alam yang ada di suatu daerah.

    Eksploitasi adalah pengusahaan atau mendayagunakan sumber daya alam yang ada di suatu daerah. Konservasi adalah upaya pemeliharaan atau perlindungan sumber daya alam supaya tidak mengalami kerusakan. Di zona ini kebebasan pelayaran dan pemasangan kabel atau pipa di bawah permukaan laut tetap diakui sesuai prinsip hukum laut internasional.keamanannya.


Perkembangan Provinsi di Indonesia

Perkembangan Provinsi di Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau. Jumlah pulau di Indonesia adalah 17.506. Pulau-pulau tersebut menyebar di sekitar khatulistiwa. Pulau-pulau besar yang ada di Indonesia antara lain Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian.
Secara administrasi wilayah Indonesia terdiri atas pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah terdiri atas pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa. Jumlah provinsi di Indonesia pada saat ini adalah 33 provinsi.
Provinsi yang ada di Indonesia mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Pada saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 jumlah provinsi di Indonesia ada delapan. Provinsi yang ada pada saat itu adalah Provinsi Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo (Kalimantan), Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Maluku. Pada tahun 1945–1949 Indonesia mengalami perkembangan wilayah.

Hal ini disebabkan masuknya kembali Belanda untuk menguasai Indonesia.
Berdasarkan hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda tahun 1949, Belanda mengakui Indonesia dalam bentuk serikat. Pada saat itu Indonesia terdiri atas lima belas negara bagian. Republik Indonesia adalah bagian daribRepublik Indonesia Serikat. Pada tahun 1950 kita kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada kurun waktu 1950–1966 di Indonesia telah terjadi pemekaran beberapa provinsi sebagai berikut:
  1. Pada tahun 1950 Provinsi Sumatra dipecah menjadi Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan. Pada tahun ini Yogyakarta mendapatkan status daerah istimewa.
  2. Pada tahun 1956 Provinsi Kalimantan dipecah menjadi Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
  3. Pada tahun 1957 Provinsi Sumatra Tengah dipecah menjadi Provinsi Jambi, Riau, dan Sumatra Barat. Pada tahun ini Jakarta mendapatkan status sebagai daerah khusus ibu kota. Selain itu, Aceh menjadi provinsi tersendiri lepas dari Sumatra Utara.
  4. Pada tahun 1959 Provinsi Sunda kecil dipecah menjadi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Pada tahun ini juga dibentuk Provinsi Kalimantan Tengah dari Kalimantan Selatan.
  5. Pada tahun 1960 Provinsi Sulawesi dipecah menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Selatan.
  6. Pada tahun 1963 PBB menyerahkan Irian Barat ke Indonesia.
  7. Pada tahun 1964 dibentuk Provinsi Lampung dari pemekaran Provinsi Sumatra Selatan. Selain itu, dibentuk pula Provinsi Sulawesi Tengah (pemekaran dari Sulawesi Utara) dan Provinsi Sulawesi Tenggara (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan).
Jumlah provinsi di Indonesia bertambah ketika Irian Barat resmi kembali menjadi bagian dari NKRI pada tanggal 19 November 1969 dan menjadi provinsi ke-26. Irian Barat kemudian namanya berubah menjadi Irian Jaya.

Selanjutnya, Timor Timur berintegrasi atau bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 17 Juli 1976. Timor Timur menjadi provinsi ke-27. Pada tanggal 19 Oktober 1999 Timor Timur melepaskan diri dari NKRI. Timor Timur menjadi negara baru, yaitu Timor Leste.
Wilayah administratif Indonesia tidak hanya berubah pada tingkat provinsi, tetapi juga pada tingkat di bawahnya, yaitu pada tingkat kabupaten dan kecamatan. Sekarang ini Indonesia terdiri atas 349 kabupaten, 91 kota otonom, dan 5.263 kecamatan yang tersebar di 33 provinsi.

Copyright © Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com