Perkembangbiakan Pada Manusia

Bagaimana perkembangbiakan pada manusia? Apakah sama dengan makhluk lainnya? Tuhan menciptakan manusia dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Keturunan diperoleh melalui suatu perkawinan antara lakilaki dan perempuan.
Alat reproduksi laki-laki terdiri dari penis, skrotum, testis, epidermis, dan vasdeferens.
Adapun alat reproduksi perempuan terdiri dari vagina, ovarium, tuba falopi, dan uterus. Alat reproduksi laki-laki menghasilkan sperma. Sedangkan alat reproduksi perempuan menghasulkan sel telur. Kehamilan dapat terjadi jika sel telur dibuahi sperma. Pembuahan terjadi di tuba falopi. Hasil pembuahan adalah zigot. Zigot berkembang menjadi embrio dan berada di rahim. Rahim berkembang menjadi janin. Setelah kurang lebih sembilan bulan janin siap dilahirkan ke dunia.

Menjaga Kesehatan Alat Reproduksi
Kesehatan merupakan hal penting yang harus dijaga oleh setiap manusia. Tidak hanya kesehatan badan yang harus dijaga, tetapi organ reproduksi juga perlu dijaga kesehatannya.
Untuk menjaga kesehatan tubuh, kamu dapat merawatnya dengan mandi dua kali sehari. Bersihkan organ reproduksi setelah buang air kecil maupun buang air besar dengan air bersih. Kemudian lap hingga kering. Gantilah celana dalam setiap hari. Celana dalam yang baik adalah yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat. Jangan menggunakan celana yang terlalu ketat karena dapat menggangu organ reproduksi. Perempuan perlu perawatan ekstra karena mengalami haid. Saat mengalami haid harus sering mengganti pembalut agar organ reproduksi tidak
ditumbuhi jamur dan terjadi iritasi pada kulit.

Perkembangbiakan Pada Tumbuhan

Apakah tumbuhan juga mengalami perkembangbiakan? Ya, tumbuhan juga berkembang biak. Coba perhatikan tanaman padi di sekitar rumahmu. Tanaman padi berkembang biak dengan biji. Biji disemai di tempat persemaian. Setelah tumbuh menjadi tanaman padi maka segera dipindahkan di sawah. Bagaimana dengan pohon pisang? Apakah kamu menaburkan bijinya untuk menghasilkan pohon pisang yang baru? Tidak, pisang berkembang biak dengan tunas. Tunas, biasanya tumbuh
di sekeliling pohon pisang induk.
Tumbuhan juga memiliki cara yang berbeda-beda dalam perkembangbiakannya.
Coba kamu perhatikan contoh di atas! Pohon pisang berkembang biak dengan tunas sedangkan padi berkembang biak dengan biji. Biji dihasilkan dari proses pembuahan yang terlebih dahulu diawali dengan proses perkawinan antara putik bunga dan benang sari.
Nah, secara umum perkembangbiakan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua cara, yaitu secara vegetatifatauaseksual(tanpa perkawinan) dan generatifatau seksual(perkawinan). Tumbuhan yang memiliki bunga akan berkembang biak secara generatif. Sebaliknya tumbuhan yang tidak memiliki bunga, pada umumnya berkembang biak dengan cara vegetatif.
  1. Perkembangbiakan Secara Generatif
    Bunga merupakan alat perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan. Perkawinan pada bunga akan menghasilkan buah atau biji. Nah bagaimana ini terjadi? Pada bunga terdapat sel kelamin jantan yang disebut benang sari dan sel kelamin betina yang disebut putik. Apabila benang sari jatuh di kepala putik akan terjadi pembuahan sehingga terbentuk biji. Jatuhnya benang sari di kepala putik disebut dengan penyerbukan. Biji tumbuhan ini yang akan menjadi individu baru. Coba kamu perhatikan gambar bagian-bagian bunga di samping.
    Apakah semua bunga memiliki bagian-bagian yang lengkap? Tidak semua bunga memiliki bagian-bagian yang lengkap. Ada bunga yang tidak memiliki putik, dan ada juga bunga yang tidak memiliki benang sari. Nah, bunga yang bagian-bagiannya tidak lengkap disebut bunga tidak sempurna. Adapun bunga yang mempunyai bagianbagian yang lengkap atau ada putik dan benang sari disebut bunga sempurna.
    Proses perkembangbiakan generatif pada tumbuhan dimulai dengan peristiwa penyerbukan. Bagaimana proses penyerbukan dapat terjadi? Apakah benang sari bisa jatuh sendiri di kepala putik? Ternyata tidak. Proses penyerbukan yang terjadi pada bunga tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Jika tidak dapat dilakukan sendiri, tentunya ada yang membantu proses penyerbukan. Apa saja yang membantu proses ini? Penyerbukan pada bunga dapat terjadi karena bantuan angin, air, hewan atau manusia. Saat angin bertiup maka tanaman ikut bergerak. Hal ini dapat menyebabkan jatuhnya benang sari ke kepala putik. Air yang menyirami pohon dapat juga mengenai bagian-bagian bunga sehingga menjatuhkan benang sari ke kepala putik. Bau bunga yang harum dapat menarik kupu-kupu, burung, dan lebah untuk hinggap di atasnya dan menghisap madu. Benang sari akan menempel pada kaki kuku-kupu atau lebah. Kemudian benang sari tersebut dapat menempel pada putik. Gerakan manusia dengan sengaja menggoyanggoyangkan pohon atau secara tidak sengaja menyenggol pohon dapat pula menyebabkan jatuhnya benang sari ke kepala putik.
    Setelah terjadi penyerbukan, dilanjutkan dengan pembuahan. Pembuahan akan menghasilkan biji sebagai bakal tumbuhan baru. Setelah terjadi pembuahan, bunga menjadi layu dan gugur. Dan dari biji tersebut dapat dimulai lagi kehidupan tumbuhan baru, demikian seterusnya. Bagaimana biji dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru?
  2. Perkembangbiakan Secara Vegetatif
    Nah kamu telah mempelajari perkembangbiakan secara generatif. Selain dengan cara generatif, tumbuhan juga dapat berkembang biak dengan cara vegetatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dapat terjadi secara alami dan buatan. Perkembangbiakan secara vegetatif alami antara lain dengan tunas, akar, danumbi.
    1. Tunas
      Coba perhatikan pohon pisang! Pohon pisang berkembang biak dengan tunas. Tunas ini biasanya menempel pada induknya membentuk rumpun. Tunas ini dapat dipisahkan dari induknya dan dapat tumbuh menjadi individu baru. Coba carilah tanaman lainnya yang berkembang biak dengan tunas.
    2. Akar tinggal atau rhizoma
      Tahukah kamu tanaman jahe? Jahe sebenarnya adalah akar yang menggelembung. Daun dan batang tumbuhan jahe tumbuh dari akar jahe itu sendiri.
      Akar yang demikian dinamakan akar tinggal atau rhizoma. Akar tinggal adalah batang yang tertanam dan tumbuh di dalam tanah. Contoh tanaman lainnya yang berkembang biak dengan akar tinggal adalah rumput-rumputan, lengkuasdan kunyit.
    3. Umbi
      Tahukah kamu tanaman bawang? Bawang berkembang biak dengan umbinya. Umbi ini dapat berupa umbi akar, umbi lapis, maupun umbi batang. Umbi akar merupakan akar yang juga berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Contoh umbi akar adalah wortel. Umbi lapis berupa batang pendek dan tebal yang berlapis-lapis. Contoh umbi lapis adalah bawang. Adapun umbi batang merupakan batang pendek, menebal dalam tanah yang mengandung cadangan makanan dan menghasilkan tunas tumbuhan baru. Contoh tanaman yang berkembang biak dengan umbi batang adalah kentang.
      Adapun perkembangbiakan secara vegetatif buatan antara lain dengan cangkok,stek, dan menyambung.
    4. Cangkok
      Cangkok biasanya dilakukan pada cabang pohon yang berkayu, misal pohon mangga dan rambutan. Pada bagian yang dicangkok, akan tumbuh akar. Nah, bagian tersebut yang nantinya ditanam dan tumbuh menjadi tanaman baru. Bagaimana cara mencangkok pohon? Sebelum mencangkok, terlebih dahulu kamu tentukan pohon yang akan dicangkok. Pilihlah pohon yang mempunyai sifat-sifat unggul, yaitu buah yang dihasilkan besar dan manis, pohon tidak sakit, daun lebat, batang dan akar kuat.
      Langkah pertama, buatlah dua keratan pada cabang batang dengan jarak 10 cm. Kupaslah kulit yang dikerat dan bersihkan lendirnya. Tutuplah luka keratan dengan tanah dan tutup dengan plastik atau sabut kelapa yang telah dilubangi. Ikatlah kedua ujung dan bagian tengahnya. Diamkan beberapa hari sampai tumbuh akar pada batang yang dicangkok. Selanjutnya hasil cangkokan tersebut dapat dipotong dan ditanam menjadi tanaman baru.
    5. Stek
      Tahukah kamu tanaman ketela pohon? Bagaimana cara memperoleh tumbuhan ketela pohon yang baru? Cara mengembangbiakkan tanaman ketela pohon adalah dengan menanam kembali potongan batang ketela pohon. Potongan batang ini dinamakan stek, yang selanjutnya akan menjadi tanaman baru.
    6. Menyambung
      Salah satu contoh tanaman yang dikembangbiakkan dengan menyambung adalah ketela pohon. Jadi ketela pohon dapat dikembangbiakkan dengan stek maupun dengan menyambung. Pada teknik menyambung ini digunakan dua jenis tanaman yang berbeda.
      Misalnya tanaman ketela pohon atau singkong dengan pohon karet. Bagian bawah dari sambungan adalah tanaman ketela pohon sedangkan bagian atas adalah tanaman karet. Hasil sambungan ini akan menghasilkan tanaman baru dengan sifat yang berbeda dari induknya.

Perkembangbiakan Pada Hewan

Coba perhatikan kehidupan ayam. Induk ayam mengerami telurnya agar dapat menetas menjadi seekor anak ayam. Tujuan mengerami adalah agar telur selalu dalam keadaan hangat. Suhu yang terlalu dingin akan mengganggu perkembangan embrio atau calon anak dalam telur. Gangguan ini dapat menyebabkan kematian embrio sehingga telur tidak dapat menetas. Pada umumnya hewan jenis unggas mengerami telurnya agar dapat menetas.
Apakah selalu induk betina yang mengerami telur? Setiap unggas memiliki cara mengerami telur yang berbeda-beda. Sebagaimana kamu ketahui, ayam betina mengerami telur. Namun pada burung unta, burung jantan yang mengerami semua telurnya dalam satu sarang.
Lamanya waktu pengeraman setiap hewan berbeda-beda. Waktu mengerami untuk burung
yang berukuran kecil kurang lebih 11 hari.
Adapun burung yang besar, waktu yang diperlukan untuk mengerami telurnya adalah kurang lebih 80 hari. Sedangkan ayam mengerami telurnya selama 21 hari. Ayam berkembang biak dengan cara bertelur. Bagaimana dengan hewan lain? Coba kamu perhatikan hewan peliharaan di sekitarmu, misalnya kucing, anjing, dan kambing. Bagaimana cara mereka berkembang biak? Apakah mereka juga bertelur?

Alat Pencernaan Pada Manusia

Alat-alat pencernaan manusia terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

  1. Mulut
    Makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan air ludah (air liur). Ketiga komponen itu berperan untuk mencerna makanan di dalam mulut. Gigi dan lidah mencerna makanan secara mekanis. Air ludah mencerna makanan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanis merupakan pencernaan makanan dengan cara dikunyah oleh gigi dan dibantu lidah. Sementara itu, pencernaan kimiawi merupakan pencernaan makanan yang dilakukan oleh enzim.
    1. Gigi
      Gigi berfungsi menghancurkan makanan yang masuk dalam rongga mulut. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi dibedakan menjadi tiga. Ketiga gigi tersebut yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham untuk mengunyah makanan. Gigi geraham dibedakan menjadi geraham depan dan geraham belakang.

      Gigi tertanam pada rahang dan diperkuat oleh gusi. Bagian-bagian gigi yaitu mahkota gigi, tulang gigi, dan rongga gigi. Mahkota gigi tampak putih, halus, dan licin karena dilapisi email. Tulang gigi terletak di bawah lapisan email. Tulang gigi meliputi leher gigi dan akar gigi. Rongga gigi berada di bagian dalam gigi. 
    2. Lidah
      Lidah mempunyai beberapa fungsi seperti berikut.
      1. Mengatur letak makanan saat dikunyah.
      2. Membantu menelan makanan.
      3. Mengecap rasa makanan.
        Lidah peka terhadap panas, dingin, dan adanya tekanan. Lidah dapat mengecap makanan karena pada permukaannya terdapat bintil-bintil lidah. Pada bintil-bintil lidah terdapat saraf pengecap. Setiap permukaan lidah mempunyai kepekaan rasa yang berbeda.
    3. Air Liur
      Saat makanan dikunyah dalam mulut, makanan dibasahi oleh air liur. Makanan menjadi licin dan mudah ditelan. Selain itu, air liur mengandung enzim ptialin atau amilase. Enzim ini berfungsi untuk mencerna zat tepung (amilum) secara kimiawi menjadi zat gula. Itulah sebabnya, saat mengunyah nasi dalam waktu lama kita akan merasakan manis. Pencernaan seperti ini merupakan contoh pencernaan kimiawi.
  2. Kerongkongan
    Kerongkongan merupakan penghubung antara rongga mulut dan lambung. Kerongkongan berupa saluran yang panjangnya kira-kira 20 cm. Kerongkongan terdiri atas otot yang lentur. Makanan yang berada di dalam kerongkongan akan didorong oleh dinding kerongkongan menuju lambung. Gerakan seperti ini disebut gerak peristaltik. Gerak peristaltik dilakukan oleh otot dinding kerongkongan.
  3. Lambung
    Lambung adalah alat pencernaan berotot yang berbentuk seperti kantong. Bagian dalam dinding lambung berlipat-lipat. Bagian ini berguna untuk mengaduk makanan yang berasal dari kerongkongan. Dinding lambung juga menghasilkan asam klorida. Asam klorida atau asam lambung berguna untuk membunuh kuman-kuman yang masuk bersama makanan.
    Selain itu, di dalam lambung terdapat enzim pepsin dan renin. Enzim renin berfungsi mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin berguna untuk mengubah protein menjadi asam amino. Di dalam lambung ini terjadi pencernaan secara mekanik dan kimiawi.
  4. Usus Halus
    Setelah dicerna di lambung, makanan masuk ke usus halus. Usus halus ini sebenarnya sangat panjang, tetapi melipat-lipat di perut kita. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerap.
    Di dalam usus dua belas jari, makanan dicerna secara kimiawi. Pencernaan itu dilakukan oleh getah empedu dan getah pankreas. Getah empedu dihasilkan oleh hati. Getah empedu berfungsi untuk pencerna lemak. Beberapa enzim yang dihasilkan getah pankreas sebagai berikut.
    a. Enzim amilase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi gula.
    b. Enzim tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
    c. Enzim lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak.
    Setelah melewati usus dua belas jari, makanan sampai di usus kosong. Selanjutnya, makanan akan diurai proteinnya oleh enzim erepsin. Sementara itu, karbohidrat yang terkandung dalam makanan tersebut akan diurai oleh enzim maltase, sukrose, dan laktose. Setelah hancur dan lumat, makanan menuju usus penyerap.
    Bagian dalam dinding usus penyerap berupa jonjot-jonjot. Di dalam jonjot-jonjot itu terdapat ujung pembuluh darah. Melalui pembuluh darah inilah terjadi penyerapan sarisari makanan. Sari-sari makanan masuk dalam aliran darah dan diedarkan ke seluruh tubuh.
  5. Usus Besar
    Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus. Usus besar terdiri atas usus besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi penyerapan air dan garam-garam mineral. Selanjutnya, sisa makanan dibusukkan oleh bakteri pembusuk di dalam usus besar. Hasil pembusukan berupa bahan padat, cair, dan gas.
  6. Anus
    Bagian akhir dari saluran pencernaan berupa lubang keluar yang disebut anus. Sisa pencernaan dari usus besar dikeluarkan melalui anus. Bahan padat hasil pembusukan dikeluarkan sebagai tinja dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut. Sisa pencernaan yang berupa cairan disalurkan dan disaring dalam ginjal. Cairan yang tidak berguna dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.
Itulah beberapa alat pencernaan makanan yang bisa kamu ketahui dan pelajari semoga bermanfaat.

Gangguan Pernapasan Pada Manusia

Proses pernapasan dapat terganggu jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara.
Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut.
  1. Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan.
  2. sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas.
  3. Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut.

Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Manusia tumbuh dan berkembang. Coba kamu perhatikan seorang bayi! Badannya kecil, lemah, dan belum bisa bergerak banyak. Gerak seorang bayi masih terbatas. Dia hanya mampu menggerakkan kaki dan tangannya. Dengan bertambahnya usia maka bayi tersebut mulai bisa tengkurap, kemudian duduk. Artinya badannya sudah mulai dapat bergerak dan ototnya bertambah kuat.
Badannya juga tumbuh menjadi lebih besar. Kemudian dia mulai belajar berdiri dan akhirnya dapat berjalan. Hal itu menunjukkan bahwa otot kakinya sudah semakin kuat. Jadi pertumbuhan berbeda dengan perkembangan. Pertumbuhan merupakan proses perubahan volume, ukuran, bentuk, dan fungsi pada makhluk hidup. Contohnya tubuhnya menjadi besar. Sedangkan perkembangan berkaitan dengan pertambahan kemampuan makhluk hidup. Contohnya manusia dapat berjalan dan
berbicara.
Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik maka bayi tersebut juga mengalami perkembangan mental. Mula-mula dia hanya mampu mengucapkan satu kata. Dengan bertambahnya usia dia dapat mengucapkan beberapa kata. Rasa ingin tahu dan memiliki pada seorang bayi juga mulai tampak. Apabila dia memegang sesuatu maka dia akan mengamatinya bahkan tidak mau melepas karena ada rasa ingin memiliki. Perkembangan mental lainnya adalah rasa ingin diperhatikan, dan disayangi. Jadi tampak bahwa pada seseorang terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental secara berkesinambungan.

Tahapan-tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dapat dituliskan seperti berikut.
  1. Bayi, yaitu sejak kelahiran hingga usia 1 tahun.
  2. Balita, yaitu usia 1 sampai dengan 4 tahun.
  3. Anak-anak, yaitu usia 5 hingga 10 tahun.
  4. Remaja, yaitu usia 11 hingga 20 tahun.
  5. Dewasa, yaitu usia 21 sampai dengan 49 tahun.
  6. Tua, yaitu usia 60 sampai dengan 65 tahun.
  7. Lanjut usia, yaitu usia di atas 66 tahun.
Pertumbuhan badan sangat pesat terjadi pada masa bayi hingga anak-anak. Pada masa ini perkembangan organ-organ reproduksinya belum maksimal. Namun, karena faktor lingkungan, ada yang mengalami masa yang lebih cepat. Anak-anak sudah dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk, yang bagus dan jelek. Terkadang anak-anak sudah dapat menentukan apa yang layak untuk dirinya. Pada masa remaja organ-organ reproduksinya sudah berkembang. Perkembangan organ-organ reproduksi dipengaruhi oleh hormon (hormon adalah zat yang dihasilkan tubuh untuk mengendalikan proses-proses di dalam tubuh).
Setelah masa remaja adalah masa dewasa. Pada masa ini, seseorang dianggap sudah matang baik dalam jiwa dan rasa percaya diri. Perkembangan fisik orang dewasa sudah maksimum. Setelah melewati masa dewasa maka manusia memasuki usia lanjut. Pada usia ini  manusia mengalami banyak perubahan. Contohnya kemampuan lensa mata.

Ciri khusus beberapa tumbuhan

Coba kamu perhatikan beberapa tumbuhan yang ada di sekitarmu! Tumbuhan itu memberikan kesejukan dan keindahan. Selain itu tumbuhan juga menghasilkan gas oksigen yang kita perlukan saat bernapas. Jika kita perhatikan tumbuhan juga memiliki ciri khusus. Jenis tumbuhan dan ciri khusus apa yang dimiliki? Pernahkah kamu melihat ada tumbuhan yang tumbuh di air? Tumbuhan apa sajakah yang tumbuh di air? Tumbuhan yang hidup di air antara lain teratai dan
eceng gondok. Sekarang coba kamu amati tumbuhan yang hidup di tempat yang kekurangan atau sedikit air, misalnya di padang pasir atau daerah gurun. Tumbuhan yang hidup di tempat yang kekurangan air antara lain kaktus, tundra, dan kurma.
Tumbuhan yang hidup di perairan mengeluarkan air melalui penguapan. Pengeluaran air dari  ubuhnya sangat penting untuk kelangsungan hidupnya. Tumbuhan yang hidup di perairan memiliki daun yang tipis dan lebar untuk mempercepat proses penguapan. Sebaliknya, kaktus memiliki batang yang tebal. Hal ini untuk mengurangi penguapan air dari dalam tubuhnya. Dengan demikian tumbuhan tersebut tidak kekurangan air untuk membuat zat makanannya.
Berikut ini adalah tumbuhan yang memiliki ciri khusus.
  1. Eceng Gondok
    Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.

    Batang yang menggelembung pada eceng gondok merupakan rongga udara yang berfungsi untuk  mengapung di air. Daunnya yang lebar dan licin berfungsi untuk mem-percepat penguapan dan daunnya tidak basah jika terkena air.
  2. Kaktus
    Kaktus mempunyai akar menyebar di daerah luas tepat di bawah permukaan tanah. Air dibawa ke atas melalui akar ke batang tanaman yang bertugas menyimpan air. Kaktus biasa menyimpan air di batangnya.

    Setelah hujan turun, batangnya menggembung penuh air. Gelembung air tersebut dijadikan cadangan air sampai dengan musim hujan berikutnya. Tinggi sebuah pohon kaktus bisa mencapai 18 meter.
  3. Kantong Semar
    Selama ini kita mengenal bahwa tumbuhan dapat membuat makanan sendiri dengan fotosintesis. Selain itu tumbuhan juga merupakan sumber makanan bagi makhluk lainnya. Akan tetapi tumbuhan kantong semar tidak demikian. Kantong semar memiliki ciri khusus yaitu memakan serangga. Bunga kantong semar indah. Kantong pada bunga ini berisi nektar (cairan manis bahan pembuat madu). Inilah yang menarik serangga sehingga hinggap di atasnya. Bibir kantong ini licin sehingga serangga akan terpeleset dan jatuh ke dalam cairan yang terletak di bawah kantong. Cairan inilah yang menghancurkan tubuh serangga. Selanjutnya daun akan menyerap zat makanan dari tubuh serangga tersebut.

    Sekarang kamu sudah mengetahui bahwa tumbuhan mempunyai ciri khusus. Mengapa mereka mempunyai ciri khusus? Setiap tumbuhan hidup di lingkungan tertentu. Untuk dapat hidup di lingkungan tersebut maka tumbuhan harus menyesuaikan diri (adaptasi). Oleh karena itulah tumbuhan-tumbuhan tersebut mengembangkan ciri khusus agar dapat tetap bertahan hidup.
Itulah beberapa ciri khusus tumbuhan yang perlu kamu ketahui semoga bermanfaat yah!

Ciri Khusus Hewan dan Lingkungannya

Coba kamu perhatikan hewan-hewan yang ada di sekitar tempat tinggalmu! Tentunya ada berbagai jenis hewan, bukan? Ada cecak, anjing, kucing, ayam, ikan, burung, kambing, sapi, kadal, atau kuda.
Perhatikan ciri fisik atau bagian-bagian tubuh, tingkah laku dan kebiasaan semua hewan-hewan itu! Hewan-hewan tersebut memiliki ciri fisik, tingkah laku dan kebiasaan yang berbeda satu dengan yang lain. Gigi yang dimiliki hewan pemakan daging umumnya runcing. Kaki unggas yang hidup di air berbeda dengan unggas yang hidup di darat. Paruh burung pemakan biji berbeda dengan paruh burung pemakan daging. Selain ciri fisik, hewan-hewan memiliki ciri khusus yang hanya dimiliki hewan tersebut. Misalnya kelelawar mengeluarkan bunyi berfrekuensi tinggi untuk menentukan letak mangsanya, indra penciuman ular yang tajam, serta elang yang dapat melihat mangsanya dari jarak satu kilometer.
Tuhan menciptakan makhluknya dengan bentuk yang sempurna. Setiap makhluk hidup memiliki ciri-ciri khusus dengan tujuan tertentu. Tujuan tersebut untuk memperoleh makan, mempertahankan hidup dari keadaan alam dan serangan musuh.
Adakah hewan-hewan yang lain yang memiliki ciri khusus? Sekarang kita akan membahas beberapa hewan yang memiliki ciri khusus.
  1. Elang
    Pernahkah kamu melihat elang? Mungkin kamu belum pernah melihatnya secara langsung atau kamu hanya melihatnya di televisi atau gambar. Elang memiliki ciri khusus. Apakah ciri khusus yang dimiliki elang? Elang adalah salah satu burung pemakan daging. Di awal bab telah kita bahas bahwa ciri khusus burung elang yaitu memiliki indra penglihatan yang tajam dan mampu terbang hingga ribuan meter. Menurutmu, apakah fungsi utama indra penglihatan yang tajam dari burung elang tersebut? Dan bagaimana hal ini bisa terjadi? Elang dapat melihat benda secara rinci di tanah yang jauh di bawah. Elang juga mampu terbang hingga ketinggian ribuan meter. Mata elang bersudut pandang 300 derajat dan mampu memperbesar penampakan benda enam hingga delapan kali dari penampakan awalnya. Pada ketinggian 4.300 meter, elang dapat melihat 30.000 hektar daerah sekelilingnya.

    Pada ketinggian 1.500 meter, elang dapat melihat gerakan atau perbedaan warna benda untuk menentu-kan letak mangsanya. Nah bagaimana hal ini dapat terjadi? Elang memiliki banyak sekali sel kerucut yang peka cahaya pada retina matanya. Sel-sel tersebut mengumpulkan cahaya dan mengirimkannya ke otak. Sebagai perbandingan, jumlah sel kerucut mata manusia tidak sebanyak yang dimiliki elang.
  2. Kelelawar
    Kelelawar merupakan satu-satunya jenis hewan mamalia yang dapat terbang dengan menggunakan sayapnya. Seperti yang kita ketahui, kelelawar mencari makan pada malam hari. Kelelawar mencari makan saat malam hari karena kelelawar sangat sensitif terhadap dehidrasi (kekurangan air). Oleh karena itu habitat atau tempat tinggal kelelawar biasanya di gua-gua, alam terbuka, atau di pepohonan. Jika siang hari kelelawar akan tidur dengan bergelantung terbalik. Bagaimana cara kelelawar melihat pada malam hari yang gelap? Mengapa kelelawar tidak menabrak benda-benda yang ada di depannya?

    Kelelawar mempunyai penglihatan yang baik. Selain itu kelelawar lebih mengandalkan pada suaranya yang nyaring untuk menuntunnya terbang. Ia mengeluarkan bunyi dengan frekuensi sangat tinggi, di atas frekuensi bunyi yang dapat didengar manusia. Bunyi ini tidak dapat didengar oleh manusia. Bunyi ini dinamakan ultrasonik. Getaran bunyi ini mempunyai frekuensi antara 25.000–50.000 Hz. Bunyi ultrasonik ini akan menabrak suatu objek atau benda. Kemudian getaran suara ini memantul kembali, dan ditangkap telinga kelelawar yang berfungsi sebagai radar. Proses ini hanya membutuhkan waktu sepersepuluh detik, cukup bagi kelelawar untuk mengetahui apa yang ada di depannya, ke mana arahnya dan berapa kecepatannya. Saat terbang, kelelawar mengeluarkan 5 sampai 20 getaran bunyi setiap detik. Namun, bila menemukan mangsa maka getaran bunyi yang dikeluarkan dapat mencapai 100 getaran setiap detik. Getaran yang dihasilkan itu untuk menentukan posisi mangsa atau makanannya. Oleh karena itu kelelawar dapat terbang dengan cepat dan lincah tanpa menabrak benda-benda di sekitarnya. Selain itu kelelawar juga dapat mendeteksi keberadaan mangsanya dengan cepat.
  3. Laba-laba
    Berjalan pada permukaan langit-langit merupakan keahlian hebat yang dimiliki seekor laba-laba. Para ahli telah meneliti bahwa pada bagian bawah telapak kaki laba-laba terdapat serangkaian rambut-rambut panjang (setae). Di bagian permukaan ujung bawah atau bagian telapak dari  masing-masing rambut ini tertutupi oleh rambut-rambut yang jauh lebih kecil lagi (setule) dengan ujung berbentuk segitiga. Adanya rambut pada telapak kaki ini menyebabkan gaya tarik-menarik dengan dinding.

    Umumnya laba-laba mempunyai bisa atau racun untuk melumpuhkan mangsanya. Letak sepasang kelenjar bisa di depan thoraks dan disuntikkan melalui ujung cakarnya. Kekuatan bisa laba-laba tergantung pada jenis dan ukuran laba-laba. Umumnya, bisa laba-laba hanya mematikan serangga dan hewan vertebrata kecil.
  4. Ular
    Ular merupakan jenis hewan reptil yang memiliki kepekaan dalam mencium bau. Dengan kemampuan penciumannya yang tajam, ular mampu mendeteksi letak mangsanya. Hal ini disebabkan oleh organ khusus penciuman yang dimilikinya, yaitu organJacobson.

    Namun organ ini disesuaikan dengan nama penemu organ ini yaitu L.L. Jacobson, ilmuwan asal Denmark). Organ Jacobson terdiri atas dua lubang di langit-langit mulutnya dan dilapisi reseptor kimia yang mampu mendeteksi bau. Pada saat melacak seekor mangsa, ular mencari bau mangsanya (berupa gas). Ini dilakukan dengan cara menjulurkan lidahnya keluar masuk dengan cepat. Nah, gas tersebut akan larut dalam air liur ular dan akan dibawa ke organ Jacobson. Dengan demikian ular dapat mengenali arah dan letak mangsanya dengan mengikuti baunya.
  5. Cecak
    Kamu tentu sering melihat cecak, bukan? Cecak sering kita temukan merayap di dinding. Tahukah kamu, apakah keistimewaan cecak? Cecak memiliki keistimewaan yaitu ia akan memutuskan ekornya jika merasa terancam. Ekor yang terputus ini akan tetap bergerak-gerak sehingga dapat mengalihkan perhatian musuhnya. Pada saat itulah cecak akan menyelamatkan diri. Cecak tidak akan mati meskipun ekornya terputus.

    Ekor cecak akan tumbuh kembali, meskipun tidak sepanjang ekor semula. Tindakan cecak memutuskan ekornya ini dinamakan ototomi. Contoh hewan lain yang juga memiliki kemampuan ototomi adalah kadal. Keistimewaan lain yang dimiliki cecak adalah ia dapat merayap di dinding, bahkan di atas langit-langit rumah. Hal ini karena cecak memiliki perekat di telapak kakinya. Perekat pada kaki cecak menyerupai rambut yang lengket.
  6. Bebek
    Pernahkah kamu melihat bebek? Bebek tergolong unggas. Bebek memiliki kelebihan yaitu dapat berenang. Hal ini karena bebek memiliki selaput pada jari-jari kakinya. Jika kamu mempunyai bebek di rumah, coba perhatikan kakinya dan bandingkan dengan kaki ayam.

    Bebek juga memilik ciri khusus lainnya, yaitu bentuk paruhnya. Bentuk paruh ini memungkinkan bebek dapat mencari makan di tempat berlumpur. Coba perhatikan bulu bebek. Bulu bebek tidak  asah saat terkena air. Hal ini karena bulu bebek dilapisi zat lilin. Zat lilin bersifat kedap air atau tidak tembus air.
Itulah beberapa ciri khusus hewan dan lingkungan hidupnya, semoga bermanfaat. 

Alat Pernafasan Pada Manusia

Bernapas adalah kegiatan menghirup udara dan mengeluarkan udara. Udara mengandung berbagai komponen gas, salah satunya adalah oksigen (O2). Oksigen inilah yang diperlukan oleh tubuh. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan. Selanjutnya, pernapasan menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Bernapas menggunakan alat-alat pernapasan. Apa saja alat-alat pernapasan itu?
Alat pernapasan manusia terdiri atas hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
a. Hidung
Hidung merupakan tempat keluar masuknya udara pernapasan. Udara masuk melalui lubang hidung menuju rongga hidung. Di dalam rongga hidung terdapat rambut hidung dan selaput lendir. Rambut hidung dan selaput lendir berfungsi menyaring udara yang masuk agar bebas dari debu dan
kuman. Dengan demikian, udara yang kita hirup bersih dari kotoran, debu, maupun kuman penyakit. Di dalam hidung udara juga mengalami penyesuaian suhu dan kelembapan.

b.Tenggorokan (Trakhea)
Udara pernapasan dari hidung turun ke tenggorokan (trakhea). Tenggorokan merupakan sebuah saluran yang panjangnya kira-kira 9 cm. Pada tenggorokan terdapat bulu-bulu halus. Bulu-bulu halus berfungsi menyaring udara dari kotoran yang masih dapat lolos ke tenggorokan. Ujung trakhea bercabang menjadi dua bagian. Cabangcabang ini disebut bronkus. Bronkus kanan
menuju paru-paru kanan. Bronkus kiri menuju paru-paru kiri.

c.Paru-Paru
Paru-paru terdapat di dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Paru-paru ada dua buah yaitu paruparu kiri dan paru-paru kanan.  aru-paru kiri terdiri atas dua gelambir. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru yang disebut pleura.
Di dalam paru-paru terdapat cabang-cabang
bronkus yang disebut bronkiolus. Bronkiolus juga memiliki percabangan yang jumlahnya sangat banyak.
Cabang-cabang tersebut sangat halus dan tipis. Tiaptiap ujung cabang membentuk kantung berdinding tipis yang disebut alveolus. Alveolus merupakan gelembung yang sangat tipis.
Gelembung tersebut diselimuti pembuluh kapiler darah. Pada alveolus terjadi pertukaran gas O2dan CO2.
Pada saat udara yang kita hirup sampai di alveolus, oksigen melewati dinding kapiler darah.
Oksigen diikat oleh hemoglobin (Hb) darah. Setelah itu, darah akan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Dalam tubuh, oksigen digunakan untuk proses pembentukan energi. Pada proses tersebut dihasilkan energi dan gas karbon dioksida (CO2). CO2 tersebut diikat kembali oleh hemoglobin darah. Setelah itu, darah akan membawa CO2 ke paru-paru. CO2 dari paru-paru menuju tenggorokan, kemudian ke lubang hidung untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.

CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP

Tujuan Pembelajaran dari materi ini adalah :
  1. Siswa dapat mengenal makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya.
  2. Siswa menyebutkan kebutuhan makhluk hidup untuk kelangsunganhidupnya.
Makhluk hidup terdiri dari dari manusia, hewan, dan tumbuhan. Setiap makhluk hidup memiliki ciri-ciri. Adapun ciri-ciri makhluk antara lain:
  • Memerlukan makan
  • Dapat bergerak
  • Dapat bernapas
  • Mengalami pertumbuhan dari kecil menjadi besar
  • Dapat berkembang biak
Seluruh makhluk hidup memiliki kebutuhan. Yang termasuk kebutuhan makhluk hidup adalah:
  • Membutuhkan udara untuk bernapas
  • Memerlukan air
  • Membutuhkan makanan
  • Membutuhkan tempat untuk hidup
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
Makhluk hidup adalah segala yang bernapas. Semua makhluk hidup membutuhkan makanan. Pohon pisang, pohon jambu, dan belalang adalah makhluk hidup. Mereka juga bernapas dan butuh makanan.
Batu, kerikil, air, dan udara adalah benda tidak hidup. Makhluk hidup berbeda dengan benda tidak hidup. Benda mati tidak bernapas. Mereka juga tidak membutuhkan makanan. Benda mati tidak dapat tumbuh. Masing-masing memiliki ciri-ciri tersendiri.
Tahukah kamu ciri-ciri makhluk hidup? Berikut adalah ciri-ciri makhluk hidup:
1. Membutuhkan makanan
2. Dapat bergerak
3. Dapat bernapas
4. Dapat tumbuh dari kecil menjadi besar
5. Dapat berkembang biak

Copyright © Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com